Tuesday, 20 December 2016

JURU KAMPANYE PERDAMAIAN

JURU KAMPANYE PERDAMAIAN
Pernah terbayang ada kiai-kiai sepuh, dengan aura wajah penuh keteduhan, keliling kesana kemari menyerukan perdamaian? Ternyata orang semacam itu Ada banyak. Mungkin tiga sosok ini bisa menjadi contoh yang sangat representatif dalam hal ini. Dan satu dari sekian banyak hal yang mempersatukan sosok-sosok ini adalah latar spiritualitasnya, yakni tasawuf.
Pertama, Syaikh Abdullah bin Bayyah (lahir 1935). Ulama sepuh asal Mauritania, satu daerah di Afrika Barat, dimana para santrinya masih mempertahankan tradisi hapalan dengan papan kayu. Di negeri asalnya ini, beliau menjadi ketua majelis ulama se-Mauritania. Beliau juga menjadi delegasi tetap OKI dalam ranah kepakaran ilmu fikih. Di Saudi, beliau mengajar di Universitas King Abdul Aziz dan dikenal sebagai pakar ilmu Ushul Fiqh. Beliau meneliti dan menulis satu tema khusus dalam fikih kekinian, yakni fikih minoritas.
Tahun 2013, Syaikh Abdullah bin Bayyah mendirikan Majlis Hukama al-Muslimin, satu organisasi internasional yang berikhtiar mempromosikan pesan-pesan perdamaian lintas umat.
Tiap tahun, forum ini menggelar pertemuan antarulama dan tokoh muslim dari seluruh penjuru dunia dalam wadah
‘Forum for Promoting Peace in Muslim Societies’.
Misinya sederhana namun serius; mendakwahkan bahwa Islam adalah betul-betul agama kedamaian dan keadilan. Beliau sangat menyayangkan realita bahwa kita lebih banyak membaca tentang perang dalam sejarah peradaban umat Islam, namun sedikit sekali membaca tentang upaya-upaya perdamaian lintas etnis dan agama.
Marrekesh Declaration, yang memuat fatwa hukum penting tentang hak-hak minoritas di negeri mayoritas muslim, adalah salah satu inisiasinya bersama 250 ulama dan 50 tokoh agama lain.
Kedua, Maulana Wahiduddin Khan (lahir 1925).
Sosok sepuh kelahiran India ini sudah lebih dari setengah abad menggemakan perdamaian. Beliau mendalami ilmu-ilmu agama melalui pesantren-pesantren tradisional sekaligus mempelajari ilmu-ilmu umum. Dari pengalaman belajarnya ini, beliau bertekad untuk menyampaikan hakekat Islam dengan bahasa kekinian, bahasa sains dan humaniora modern.
Salah satu upayanya dalam hal ini adalah menerjemahkan dan menafsirkan Al-Quran dalam bahasa Urdu, Inggris, dan Hindi, dengan pendekatan saintifik.
Sejak 1967, Maulana Wahiduddin Khan sudah aktif berkeliling menyampaikan ceramah, menghadiri forum-forum, dan menulis dalam tema kerukunan dan perdamaian. Baik dalam lingkup sesama muslim maupun lintas iman. Kita tahu bahwa India mengalami banyak sekali konflik horizontal yang parah. Pada 1992 terjadi insiden masjid Babri, yakni ketika 150.000 umat Hindu ekstrim menghancurkan masjid bersejarah umat Islam dengan suka cita. Tentu saja insiden ini kemudian menimbulkan ketegangan antaragama di seluruh India. Sebagai tokoh agama Islam, Maulana Wahiduddin tidak mengajak angkat senjata untuk balas dendam, beliau justru menyelenggarakan pawai perdamaian besar-besaran selama 15 hari berturut-turut melewati 35 tempat berbeda. Dan ketegangan pun mereda. Mulai ’90-an inilah peran beliau mulai nampak sebagai duta spiritualitas dan perdamaian.
Untuk menyebarkan pesan-pesan kedamaian Islam universal ini, Maulana Wahiduddin Khan mendirikan Center for Peace and Spirituality, satu yayasan yang mendakwahkan kedamaian dan spiritualitas, tasawuf. Ia kerap berkunjung ke berbagai wilayah dan bertemu berbagai tokoh lintas iman untuk berdialog, bukan berdebat. Pada 2015 lalu, di Abu Dhabi, beliau mendapat penghargaan dari Majlis Hukama al-Muslimin pimpinan Syaikh Abdullah bin Bayyah atas kerja kerasnya mengkampanyekan perdamaian sepanjang hidupnya.
Ketiga, Habib Luthfi bin Yahya (lahir 1947). Seorang habib yang sangat kental dengan jargon nasionalisme. Sosok mursyid yang mengetuai puluhan aliran tarekat muktabar se-Indonesia dalam JATMAN (Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah). Sejak muda, beliau mengaji tidak hanya kepada kalangan ahlulbait, tetapi juga kepada kalangan kiai-kiai lokal dengan tak kalah khidmat. Setiap bulan, pada Jumat Kliwon, majlisnya dipenuhi ribuan kaum muslimin untuk mengaji tasawuf di gedung yang disebut sebagai Kanzus Shalawat.
Wawasan keilmuan Habib Luthfi mencakup berbagai bidang. Ranah syariat tentu saja, ranah tarekat dan hakekat memang bidangnya. Sains dan humaniora, beliau juga sangat melek, hal ini bisa dibuktikan dengan pengajian-pengajian beliau selama Ramadhan yang banyak membahas satu kitab dengan kacamata multidimensi. Hal ini juga makin dibuktikan dengan inisiatif beliau membentuk organisasi sayap tarekat MATAN (Mahasiswa Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah), sehingga wacana-wacana segar dan progresif kaum tarekat bisa terimplementasikan.
Beberapa tahun terakhir, Habib Luthfi nampak sangat gencar mengampanyekan semangat cinta tanah air dan persatuan kebangsaan (wathaniyyah). Beliau berceramah dari majlis ke majlis, besar maupun kecil, mendakwahkan semangat persatuan dan memahamkan bahwa nasionalisme sama sekali tidak bertentangan dengan Islam. Beliau merangkul pemerintah bersama-sama rakyat untuk berupaya keras mencegah perpecahan.
Bahkan di tahun ini, melalui wadah JATMAN beliau menggelar konferensi internasional yang dihadiri para ulama tarekat dari berbagai negara yang sepakat dan menegaskan bahwa nasionalisme adalah bagian dari spirit Islam.
Para ulama yang sebagian besar berasal dari negara-negara konflik dan bekas konflik ini sangat berharap agar Indonesia bisa menjadi ‘sesepuh’ dalam rangka mendamaikan kaum muslimin yang masih bertikai dan saling menumpahkan darah.
Sosok-sosok sepuh ini seperti tak punya lelah. Kesana-kemari berkeliling dari satu daerah ke daerah lain bukan untuk mengembangkan bisnis, bukan untuk memperbanyak pengikut, bukan untuk keperluan profan materi, melainkan untuk merajut kedamaian.
Mereka menjahit luka-luka yang menganga, menjaganya agar tak tercabik lagi, merawat luka-luka perpecahan agar sembu dan jangan diungkit-ungkit lagi.
Mereka mencerminkan satu ayat di dalam Al-Quran yang tak begitu populer. Satu ayat Al-Quran yang sangat asing di dunia kita saat ini. Satu ayat Al-Quran yang menjadi prinsip filantropi umat Islam, yakni;
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. dan Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, Maka kelak kami memberinya pahala yang besar.” (An-Nisa: 114)
Pemakaian istilah ‘naas’ dalam ayat ini menunjukkan bahwa perdamaian yang dimaksud adalah untuk seluruh umat manusia. Bukan untuk umat Islam saja, bukan untuk kaum Sunni saja, bukan untuk sesama mazhab saja. Anjuran perdamaian ini tentu bukan tanpa sebab.
Konflik dan perpecahan, perang dan permusuhan, semua itu memang sudah menjadi fitrah kemanusiaan.
Sejak Qabil menumpahkan darah Habil di muka bumi ini, kisah perang saudara seakan menjadi kutukan bagi kemanusiaan sejak dahulu hingga akhir zaman. Namun semua itu tidak menjadi alasan bagi kita untuk membiarkannya, apalagi menjadi bagian penyulut api konflik di dalamnya.
Lalu bagaimana dengan bahaya neokolonialisme? Bagaimana dengan invasi Barat dan konspirasi zionis?
Sosok-sosok seperti Syaikh Abdullah bin Bayyah, Maulana Wahiduddin Khan, dan Habib Luthfi bin Yahya, bukanlah orang-orang polos yang tidak tahu menahu tentang adanya musuh. Mereka bukan anak kecil yang tak paham strategi konspiratif. Mereka bukan bocah kemarin sore yang tak mengerti adanya perangkap dan jerat kapitalisme di luar sana. Mereka betul-betul paham bahwa penjajahan modern yang mencengkeram umat Islam saat ini tidak seperti penjajahn di masa lalu.
Umat Islam diadu, dipecah belah, dihantamkan dan dipertarungkan. Lebih luas lagi, konflik antaragama disulut, padahal yang dituju adalah penguasaan politik maupun pencaplokan sumber daya alam. Langkah jitu yang para tokoh ini ambil adalah dengan menebarkan pesan perdamaian.
Tentu saja langkah seperti ini tidak akan pernah populer karena kecenderungan manusia adalah berkonflik. Namun harus ada orang-orang yang terus menyuarakan dan mengkampanyekannya, terutama kepada generasi muda. Plus, sosok-sosok pengamal tasawuf semacam beliau bertiga sangat mendorong umat Islam untuk berdaya dalam sains dan pengembangan energi.
Mungkin Anda bertanya, bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berperang? Ya, benar. Beliau berperang bersama para sahabat dalam rangka mempertahankan diri, defensif. Lagipula, kita lebih banyak diceritai kisah-kisah peperangan daripada upaya rekonsiliasi yang diupayakan oleh Rasulullah. padahal. Kita juga lebih kerap diceramahi kisah perseteruan para sahabat dan para ulama penerus setelahnya, mulai dari perang antartokoh hingga perdebatan remeh temeh.
Kita lebih familiar dengan kisah pembantaian Imam Al-Hussain daripada kisah rekonsiliasi oleh Imam Al-Hassan.
Padahal kalau kita telaah, ada banyak sekali aksi rekonsiliasi yang telah Rasulullah teladankan. Mulai dari merukunkan antarindividu, merukunkan antarpasangan dalam rumah tangga, merukunkan antara orang yang berselisih sebab harta benda, hingga merukunkan antarsuku yang berseteru dan saling bantai.
Tema rekonsiliasi Rasulullah ini tentu akan sangat panjang bila kita bahas, mungkin bisa kita telaah di lain tulisan.
Begitulah. Catatan sejarah yang kita baca lebih dominan diisi kisah-kisah konflik. Sangat sedikit ruang yang menceritakan rekonsiliasi dan ide-ide konstruktif. Bagaimana Rasulullah membimbing masyarakat Madinah bertani, berniaga, dan beternak. Bagaimana penguasa di Abad Pertengahan membangun masyarakat dan apa saja yang dilakukan. Kita asing dengan informasi-informasi semacam itu.
Apalagi di era medsos saat ini, ketika informasi sangat mudah menyebar. Kabar burung bisa sampai dari jarak ribuan kilometer hanya dalam hitungan detik di layar ponsel kita masing-masing. Padahal suatu informasi, suatu kejadian sejarah, membutuhkan analisa yang tepat. Namun di era ini, semua orang bebas mengomentari apapun tanpa perlu kualifikasi ilmu yang memadai. Sehingga yang terjadi adalah justru memperkeruh suasana dan memperpanas suhu pertikaian. Kemudian berujung pada meluasnya konflik. Sehingga yang terjadi bukan hanya globalisasi mode dan gaya hidup, tetapi juga globalisasi konflik.
Tentu kita tak mau upaya sosok-sosok sepuh di atas, yang bertahun-tahun membangun kerukunan, kita runtuhkan tanpa kesadaran jangka panjang tentang apa yang akan menimpa kita dan anak cucu kita. Karena perdamaian bukan sesuatu yang bisa terwujud seketika. Butuh sewindu untuk merajut perdamaian, namun cukup sekejap untuk mencabik-cabiknya.
Semoga kita termasuk dalam shaf para perajut perdamaian, bukan pencabik dan penyulut sumbu perpecahan.
_________
Zia Ul Haq
Krapyak, Sabtu Legi 17 Mulud 1438, Kado Ultah.

Sunday, 18 December 2016

Mencoba membongkar akar masalah konflik diSuriah

Dalam beberapa hari pasca direbutnya kendali Aleppo oleh Pemerintah Suriah, timbul beberapa pertanyaan dari banyak kawan tentang apa yang terjadi di Suriah dan Aleppo; tentang latarbelakang konflik, aktor konflik (baik yang lokal, regional, maupun global), kronologi konflik, siapa Presiden Bashar al-Assad, peran Rusia dan Iran, siapa yang disebut pemberontak, kenapa Aleppo, bagaimana skala penderitaan rakyat Suriah, dibalik sikap diam dunia internasional, dan tentang apa yang bisa kita lakukan untuk membantu rakyat Suriah.

Berat dan susah sebenarnya, menceritakan konflik Suriah. Yang namanya konflik di mana pun dan kapan pun, dengan alasan apa pun, selalu meninggalkan cerita pahit. Pahit bagi korban terutama, dan pahit bagi pelaku, pahit pula bagi orang seperti saya yang pernah mengalami hari-hari yang indah di negeri berjuluk Tanah Syam ini.

Cerita pahit ini bertambah manakala melihat perang informasi di media, karena masih ada kelompok yang menganggap bahwa memproduksi dan menyebarkan berita hoax adalah bagian dari “jihad”!, sehingga semua punya berita, semua punya foto-video, dan semua punya cara pandang, sesuai kepentingan masing-masing. Siapa yang dikorbankan? Tentu saja rakyat Suriah dan masyarakat awam yang mudah terprovokasi.

Kembali ke atas, menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang tragedi Aleppo dimaksud, saya biasanya bilang, “Beberapa kawan penduduk lokal di Aleppo merayakan pembebasan kota mereka dari tangan pemberontak dan kelompok-kelompok separatis. Pemberontak dan sekutu mereka panik, karena garis depan zona pertahanan mereka hancur di Aleppo. Daerah yang direbut oleh pemerintah merupakan basis pertahanan mereka dan jalur penghubung dari Palmira/Tadmor ke Latakia dan Idlieb, sehingga jaringan mereka terputus. Untuk mengurangi tekanan, mereka memakai media, termasuk dengan metode fabrikasi, untuk menyerang pihak lawan (pemerintah), karena itu selalu teliti, dengan berita tentang Aleppo.” Untuk diketahui, Aleppo adalah kota kedua terbesar di Suriah, dengan menguasai kota itu pemberontak bisa menampilkan diri sebagai alternatif yang kredibel dibanding pemerintahan di Damaskus. Posisi Aleppo juga amat strategis dilihat dari berbagai segi.

Demikian biasanya, saya menjawab beberapa pertanyaan tentang Aleppo. Selebihnya, perkenankan saya berbagi link informasi yang bisa memberikan “sedikit” gambaran tentang krisis Suriah di bawah. Kenapa saya katakan sedikit, karena tidak ada yang mampu menangkap realitas sebenarnya dan agar kita semua tidak terus-terusan merasa dan menduga tahu semuanya, karena dugaan itu lebih dekat dengan kesalahan... Mari berdoa untuk kebaikan kemanusiaan, baik di Suriah, Palestina, Rohingya, dan tentu saja di negeri kita tercinta.

Semoga krisis Suriah mampu memberikan pelajaran bagi kita di sini, yang hidup di negeri Dar al-Salam yang aman nan tenteram ini, agar tidak bermain-main dengan api perpecahan dan mau mendengar nasehat para ulama dan cendekiawan. Suriah mengalami apa yang mereka alami karena tidak sepenuhnya mendengar pesan ulama seperti “al-syahid” Syaikh Said Ramadhan al-Buthi untuk tidak “turun ke jalan”, kita tentu tidak ingin Indonesia bernasib demikian, “Idza aqbalat al-fitan ‘arafaha al-‘uqala, wa idza adbarat adrakaha al-juhala, ketika suatu bencana sosial akan terjadi, para ulama cepat mengetahui itu sehingga melakukan langkah hati-hati. Sedangkan orang awam karena kecerobohan dan emosinya yang cepat tersulut, baru tersadar saat bencana telah terjadi.”

Untuk kawan-kawan yang masih belum paham tentang apa yang terjadi di Suriah dan Aleppo, beberapa link informasi dari Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami) berikut mungkin mempermudah pemahaman Anda:

1. Dubes RI untuk Suriah Angkat Bicara Soal Assad dan Suriah
http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/03/21/o4cg87320-dubes-ri-untuk-suriah-angkat-bicara-soal-assad-dan-suriah

2. Ini Pengakuan Putra Ramadhan Al-Buthi tentang Konflik Suriah
http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/15/12/07/nyz1st320-ini-pengakuan-putra-ramadhan-albuthi-tentang-konflik-suriah

3. Dr Taufiq Ramadhan al-Buthi Konflik Suriah Konspirasi Zionis
http://www.republika.co.id/berita/koran/islam-digest-koran/15/12/06/nyxzib1-dr-taufiq-ramadhan-albuthi-konflik-suriah-konspirasi-zionis

4. Prof. Al-Bouthi: Apa yang Terjadi di Timur Tengah adalah Fitnah
https://islamindonesia.id/berita/prof-al-bouthi-apa-yang-terjadi-di-timur-tengah-adalah-fitnah.htm

5. Al-Buthi: Perang Suriah Karena Damaskus Menjadi Penyokong Palestina
http://metroislam.com/al-buthi-perang-suriah-karena-damaskus-menjadi-penyokong-palestina-2/

6. Konflik Di Suriah Akibat Campur Tangan Pihak Asing
http://mysharing.co/prof-al-buthi-konflik-di-suriah-akibat-campur-tangan-pihak-asing/

7. Konflik Timur Tengah Disebut Drama Serial
http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/03/10/o3tr06394-konflik-timur-tengah-disebut-drama-serial

8. Prof. Al-Bouthi: Penggalangan ‘Dana Suriah’ Hanya Sampai ke Kantong Pencari Sumbangan
https://islamindonesia.id/berita/prof-al-bouthi-penggalangan-dana-suriah-hanya-sampai-ke-kantong-pencari-sumbangan.htm

9. Seruan Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi untuk Bangsa Indonesia
http://www.nu.or.id/post/read/64929/seruan-syekh-taufiq-ramadhan-al-buthi-untuk-bangsa-indonesia

10. Eksklusif: Mufti Damaskus Serukan Setop Fatwa Jihad Suriah
http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/16/09/19/odo5l9320-eksklusif-mufti-damaskus-serukan-setop-fatwa-jihad-suriah-part1

11. Ini Sikap dan Rekomendasi Silatnas V Alumni Suriah Indonesia
http://www.nu.or.id/post/read/66365/ini-sikap-dan-rekomendasi-hasil-silatnas-v-alumni-suriah-indonesia

12. Al-Syami Bahas Peran Ulama Redam Krisis di Timur Tengah
http://www.nu.or.id/post/read/66426/al-syami-bahas-peran-ulama-redam-krisis-di-timur-tengah

13. Alsyami Ungkap 10 Fakta Suriah yang Ditutup-tutupi Media Takfiri
http://www.nu.or.id/post/read/68187/al-syami-ungkap-10-fakta-suriah-yang-ditutup-tutupi-media-takfiri

14. Alsyami: Harus Obyektif Melihat Konflik Suriah
http://www.nu.or.id/post/read/68197/al-syami-harus-objektif-melihat-konflik-suriah

15. Ikatan Alumni Suriah Ingatkan Jangan Seret Konflik Suriah ke Indonesia
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/03/12/o3xna4320-ikatan-alumni-suriah-ingatkan-jangan-seret-konflik-suriah-ke-indonesia

16. Alumni Suriah Serukan Waspadai Perpecahan Umat
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/11/26/nyepcy320-alumni-suriah-serukan-waspadai-perpecahan-umat

17. AL-SYAMI JAJAKI KERJASAMA DENGAN MER-C UNTUK PENYALURAN BANTUAN KE SURIAH
http://www.mer-c.org/index.php/Id/news/item/773-al-syami-jajaki-kerjasama-dengan-mer-c-untuk-penyaluran-bantuan-ke-suriah

Thursday, 15 December 2016

Strategi Militer

Strategi Militer

By: 070610138 :D

Dalam strategi militer kegunaan strategi tentu saja diaplikasikan sepenuhnya dalam kondisi perang yang sesungguhnya. Oleh sebab itu sebelumnya perlu diketahui apa itu pengertian singkat dari strategi dan perang itu sendiri. Pengertian strategi pada jaman dulu diartikan sebagai ilmu siasat/ ilmu perang / tipu muslihat untuk mencapai kemenangan. Namun, pada jaman sekarang strategi diartikan sebagai suatu cara mencapai sesuatu dengan sarana yang tersedia.
Sedangkan perang itu sendiri memilki beberapa arti yang bersumber dari beberapa tokoh. Prof. Louis Wirth menyatakan bahwa perang adalah persengketaan yang diorganisir dan dijalankan sesuai jumlah peraturan yang telah dilembagakan yang mengatur terhadap kekerasan yang digunakan. Menurut Horace Kallen, damai dan perang sebagai peistiwa hanyalah berbeda secara formal daripada secara materiil dan hanya dapat dibedakan dari tempat penerapan sudut nilai tingkah laku sebenarnya dari manusia. Persengketaan dengan kekerasan antar pribadi, kelompok, dan bangsa sangat banyak variasinya. Perang hanyalah satu dari sekian banyak persengketaan.Perbedaan antara perang dan damai sebenarnya tidak ada lagi kecuali bila perang sebagai sarana politik tidak digunakan lagi. Kemudian orang menyatakan bahwa damai bukan hanya suatu keadaan tanpa perang, tetapi adalah suatu kondisi yang disadari dan suasana kerukunan.
Strategi militer ialah aspek militer dari strategi pertahanan. Dalam pengembangan kekuatan pertahanan perlu diperhatikan bahwa setiap saat harus tersedia kekuatan yang mampu dihadapkan pada hakekat ancaman yang dihadapi oleh negara dan bangsa. Dalam strategi pertahanan, keamanan negara meruoakan pelaksanaan politik pertahanan dan bagian integral dari strategi nasional, meliputi pengembangan dan penggunaan kekuatan pertahanan kekuatan pertahanan untuk mewujudkan sasaran pertahanan dan mengamankan perwujudan sasaran nasional lainnya. Sehubungan dengan itu, penentuan strategi pertahanan harus mempertimbangkan kondisi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan militer. Napoleon mengatakan strategi adalah taktik besar. Manuver adalah menggerakkan pasukan dari medan tempur ke suatu medan tempur yang lain, dalam rangka memaksa musuh untuk bertempur. Manuver taktis adalah menggerakkan pasukan di medan tempur dari daerah persiapan ke sasaran untuk mengalahkan musuh. Sedangkan menurut Scholovski strategi militer adalah suatu sistem dari pengetahuan teoritis yang menggariskan aturan pengendalian perang sebagai tempat untuk kekuatan tempur untuk kepentingan kelas tertentu.
Strategi penangkalan dan strategi tempur. Suatu pendekatan dalam strategi penangkalan (deterrent strategy) bertujuan untuk mencegah perang, strategi tempur (combative strategy) bertujuan untuk melaksanakan jika pecah perang. Strategi senjata penangkal dan strategi penghancur massal. Pandangan berbeda dua pemikir strategi antara strategi senjata penangkal (counter force strategy) dan strategi penghancur massal (counter value strategy) dalam hak penyelenggaraan perang nuklir umum.
Perlu diketahui pula perbedaan antar strategi dan taktik militer. Baik strategi maupun taktik militer merupakan gagasan dasar yang membantu seorang partisipan perang dalam mencapai tujuan dari peperangan yang dilakukannya. Dalam skala kecil, ia membantu seorang prajurit dalam medan pertempuran, dan dalam skala besar, ia membantu seorang pemimpin politik (contoh: presiden). Strategi militer diartikan sebagai susunan perencanaan untuk melancarkan sebuah peperangan, yang didalamnya termasuk penyusunan bala tentara, pelancaran operasi militer, dan siasat penipuan musuh, untuk meraih kemenangan suatu faksi untuk kepentingan politik. Sedangkan taktik militer merupakan teknik dan perencanaan penyusunan unit-unit militer untuk mengalahkan lawan dalam pertempuran.
Yang membedakan strategi militer dengan taktik militer terletak pada luas cakupannya. Taktik militer hanya membahas pada permasalahan bagaimana cara suatu organisasi militer yang diturunkan dalam medan pertempuran agar berhasil dalam menjalani operasi militernya, sementara strategi militer membahas tentang bagaimana cara sebuah faksi – atau negara – untuk memenangkan peperangan dengan negara lain demi mencapai kepentingan politiknya masing-masing.
Strategi militer itu sendiri masih dibagi jadi setidaknya 2 bagian. Strategi akbar (grand strategy) dan strategi operasional (operational strategy). Di dalam strategi operasional kemudian dibagi lagi menjadi dua: yang biasa dan yang spesifik. Untuk pengertiannya, strategi akbar adalah strategi skala besar yang membahas mengenai pergerakan militer secara geografis, distribusi sumber daya bagi yang diperlukan, sistem produksi negara untuk kebutuhan persenjataan, serta aliansi internasional untuk memenuhi kepentingan politik negara. Sedangkan strategi operasional memiliki ruang lingkup jauh lebih sempit dibandingkan strategi akbar, mengabaikan faktor politik dan ekonomi, dan menaruh perhatian khusus pada perencanaan unit-unit militer pada angkatan bersenjata. Bisa dibilang besar cakupan konsep ini berada di atas taktik militer, namun berada di bawah strategi akbar.
Strategi Militer Ditinjau Dari Strategi Pertahanan Darat.
Pertahanan darat Negara bertujuan untuk menegakkan integritas dan kedaulatan negara di darat dari hakekat ancaman.Sasaran pertahanan darat adalah :
1. Terwujudnya komponen pertahanan darat yang handal dan mampu mempertahankan wilayah nasional (komponen utama, cadangan dan pendukung).
2. Terwujudnya situasi dan kondisi yang kondusif bagi pertahanan darat
Pola pertahanan darat terdiri dari dua pola pertahanan sesuai dengan hakikat ancaman yaitu :
1. Pola preventif aktif adalah pola pertahanan darat Negara untuk menghadapi pemberontakan bersenjata baik yang dibantu maupun tidak dibantu oleh Negara lain.
2. Pola defensife aktif adalah pola pertahanan darat untuk menghadapi invasi kekuatan Negara lain terhadap negara sendiri.
Strategi Militer Ditinjau Dari Strategi Pertahanan Laut.
Pertahan laut suatu negara bertujuan untuk melindungi dan menjamin kepentingan nasional di dan lewat laut. Sasaran pertahanan laut nusantara merupakan tujuan keamanan, meliputi :
1. Terwujudnya kesatuan wilayah suatu negara.
2. Penegakan kedaulatan dan hukum dilaut yurisdiksi nasional negara.
3. Terwujudnya keamanan dan keselamatan pelayanan di garis perhubungan laut.
4. Terjaminnya keamanan sumber daya hayati maupun kekayaan alam dilaut.
5. Terjaminnya kelestarian ekosistem kelautan.
6. Pencegahan dan penggagalan segala bentuk tindakan serta ancaman lawan yang bertentangan dengan kepentingan nasional di dan lewat laut.
Pola pertahanan laut. strategi pertahanan laut diwujudkan dalam 3 pola yaitu pola prefentif, preemtif dan represif. Konsep ini didasarkan pada pertahanan mendalam (defense in depth) dengan pergeseran medan juang yang bersifat dualistic komprehensif yaitu mawas keluar dan mawas kedalam. Mawas keluar mengandung pengertian untuk menyongsong musuh mulai dari batas terluar perairan yurisdiksi nasional, sedangkan mawas kedalam mengandung pengertian untuk menanggulangi ancaman dalam negeri yang menyatu dengan ancaman dari luar negeri.
Dalam rangka pertahanan laut, ditata 3 pilar yang saling berkait yaitu :
1. Pilar-I (Penangkalan). Dilaksanakan secara terus menerus sepanjang tahun dengan berbagai bentuk operasi laut baik dalam masa damai maupun darurat.
2. Pilar-II (Pertahanan mendalam). Mengandung pengertian bahwa musuh harus dicegah dan dihancurkan diluar batas wilayah laut nasional untuk mencegah jangan sampai lawan memasuki wilayah perairan negara.
3. Pilar-III (Perlawanan rakyat semesta). Merupakan implementasi dan kewajiban setiap warga Negara dalam pertahanan Negara yang memiliki sifat-sifat kerakyatan, kesemestaan dan kewilayahan dalam menghadapi setiap bentuk ancaman terhadap keselamatan bangsa dan Negara.
Strategi Militer Ditinjau Dari Strategi Pertahanan Udara
Tujuan pertahanan udara yaitu penguasaan ruang dirgantara serta kedaulatan dan yurisdiksi nasional untuk menjamin terpeliharanya integritas dan kelestarian negara. Sasaran yang handal diwujudkan :
1. Terciptanya suatu kondisi yang menjamin terwujudnya kekuatan dan kemampuan angkatan udara secara optimal dalam rangka penyelenggaraan pertahanan Negara.
2. Terselenggaranya pengawasan dan pengendalian ruang dirgantara wilayah kedualatan dan yurisdiksi nasional.
3. Terwujudnya cita-cita bangsa.
Dalam pertahanan udara menganut pertahanan area, pertahanan udara terminal dan pertahanan udara titik. Untuk terselenggaranya pertahanan udara diperlukan kemampuan pengamatan udara dan pengintaian udara yang handal.
Strategi penggunaan kekuatan udara :
1. Strategi pelibatan kekuatan menganut strategi : Strategi penangkalan udara, Strategi pengendalian udara, Strategi pemukul udara, dan Strategi dukungan udara.
2. Strategi penggelaran kekuatan dengan a) Palagan lapis I. Yaitu wilayah udara dari keatas ZEE kearah luar menuju arah gerak maju musuh., b) Palagan lapis II. Yaitu wilayah udara dari batas teritorial sampai dengan batas ZEE., dan c) Palagan lapis III.
Strategi militer di Indonesia sama dengan pelaksanaan politik militer. Karena itu perkembangan pandangan bangsa Indonesia tentang strategi dapat dipelajari dengan/melalui perkembangan politik yang terurai dalam bentuk tonggak-tonggak perjuangan militer Indonesia. Dengan semakin majunya teknologi maka perlombaan kemampuan senjata penghancur massal makin nampak. Timbul strategi penangkalan yaitu kebutuhan untuk memiliki kemampuan memukul pertama kali secara kejiwaan maupun militer agar musuh takut mendahului serangan. Ternyata perlombaan bukan semakin reda namun malah timbul strategi tanggapan kenyal yang akan mengambil balasan yang seimbang terhadap setiap tindakan yang dilancarkan. Inipun ternyata tidak berhasil, lalu timbul perundingan untuk membatasi senjata strategi. Ini juga tidak berhasil karena dilandasi rasa kecurigaan. Dengan demikian ancaman yang mungkin timbul adalah infiltrasi (perembesan / penyusupan), subversi (penggunaan kekuatan secra tertutup), dan perang terbatas(perang yang memiliki tujuan terbatas,maka ruang, alat, metode subyek, dan obyeknya relatif terbatas ).
Urutan kisah dari pemikiran perang yaitu diwali dari pemikiran militer Cina => pemikiran militer masa pertengahan (middle ages) => dari masa Machiavelli ke masa Montecucolli => dari masa Guibert ke masa Clausewitz => strategi angkatan laut.
Pemikiran militer Cina mengatakan perang bukan berarti kepanjangan tangan dari kebijakan, perang merupakan keberangkatan sementara dari suatu harmoni. Oleh karena itu perang akan menang apabila memiliki atau mengandung suatu kebaikan yang sangat besar, kebaikan itu sendiri merupakan bentuk lain dari harmoni. Tokoh-tokohnya Sun Pin, Ta’l Kung, Ssu-ma, Huang Shih-kung.
Pemikiran militer pada masa pertengahan dimotori oleh Thucydides, Sallust, Caesar, Josephus, Herodotus, Xenophon, Polybios, dan Livy. Pada masa itu perang diartikan sebagai perselisihan atau konflik yang muncul pada cerita atau laporan tentang sesuatu yang membuat seseorang merasa tidak senang, pada akhirnya konflik ini harus berubah menjadi suatu perjanjian.
Pemikiran dari masa Machiavelli ke masa Montecuccolli perang diartikan sebagai sebuah proses pencarian kedaulatan. Machiavelli beranggapan perang adalah seni. Pada masa Guiberto ke masa Clausewitz perang dikonsentrasikan pada bidang politik, perang merupakan sub ordinasi dari militer, perang sebagai alat/cara bukan suatu akhir, perang merupakan penyebaran prajurit ke peperangan. Sedangkan pada masa strategi angkatan laut ini merupakan kelahiran dari strategi yang agung. Perubahan dari benteng berpindah ke muka/depan. Tokohnya pada masa ini adalah Corbett Alfred Mahan.
Tokoh lain dalam strategi salah satunya adalah Hannibal Barca (247 SM-183 SM), beliau adalah seorang pemimpin militer di perang Punic dan seorang politisi, kelak dia juga bekerja di profesi yang lain, dia disebut-sebut sebagai salah satu dari pemimpin perang terhebat sepanjang sejarah. Dia hidup saat waktu tegang di Mediterania, ketika Romawi (lalu republik Romawi) membangun kekuatannya melewati kekuatan besar lain seperti Kartago, Macedonia, Syracuse, dan kerajaan Seleucid. Dia adalah salah satu pemimpin Kartago yang paling terkenal. Hannibal juga disebut sebagai salah satu jenderal terbesar sepanjang sejarah. Ahli sejarah militer, Theodore Ayrault Dodge bahkan menyebut Hannibal sebagai “Bapak dari strategi”, karena musuh terbesarnya yaitu Romawi, mengadopsi beberapa taktik militer Hannibal didalam taktik mereka sendiri.Pujian ini menyebabkan dia mendapat reputasi yang kuat di dunia masa kini dan dia juga dikenal sebagai “pemberi strategi” oleh orang-orang seperti Napoleon Bonaparte dan Bangsawan dari Wellington.

Monday, 12 December 2016

SIMAK PERNYATAAN PANGLIMA TNI KEADAAN NKRI

SIMAK PERNYATAAN PANGLIMA TNI KEADAAN NKRI

Dari presentasi Jendral Gatot Nurmantyo, Panglima TNI,  dapat disimpulkan jumlah manusia di dunia  bertambah banyak. Perebutan sumber pangan menjadi hal yang yang sangat penting. Indonesia sangat strategis karena berada di equator yang mataharinya bersinar sepanjang  tahun. Negara yang tidak berada di katulistiwa  mengalami empat musim sehingga tidak bisa bercocok tanam untuk menghasilkan makanan sepanjang tahun. Indonesia juga memiliki lautan yang sangat luas sehingga bisa menghasilkan berjuta-juta ton ikan untuk sumber makanan.

TNI AU beberapa kali memergoki kapal-kapal China yang  mencuri ikan di Indonesia dengan dikawal pasukan khusus mereka.
Sejarah menunjukkan bahwa salah satu cara menghancurkan negara adalah dengan mengirim narkoba untuk menghancurkan rakyatnya (perang candu). Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menangkap ber ton-ton narkoba dari China. Saat ini 2% penduduk Indonesia terkena narkoba. Akibatnya 15.000 jiwa tewas  setiap tahun.

Jika Panglima TNI saja sudah berani mengungkapkan hal-hal tersebut di televisi maka ini bukan lagi hasutan atau provokator karena Panglima pasti memiliki pasukan intelejen yang mempunyai data yang akurat. Jika Panglima TNI saja harus mengucapkan hal ini ke publik berarti Indonesia dalam keadaan darurat.

Eksodus Warga China ke Inonesia sangat terasa. Mereka datang sebagai tenaga kerja untuk proyek-proyek yang diserahkan ke China ( Kereta Cepat, Jalan Tol dll). Kasus skorsing atas Lion Air (Ketahuan mengangkut warga dari China tetapi mendarat di bandara domestik sehingga tidak ada pemeriksaan dokumen) menjadi tanda bahwa China mulai memindahkan warganya ke Indonesia.

Akankah kita menjadi seperti Singapura? Warga negara asli Singapura saat ini telah tergususur dan  Singapura menjadi seperti propinsi China.
 
Angkat Jempol untuk Bapak Jenderal Gatot Nurmantyo. Beliau berani mengambil  resiko dipecat JOKOWI atau diganti karena berani mengungkapkan hal yang sangat krusial ke depan publik.

Dulu Angkatan Darat telah menggagalkan kekuatan komunis yang didukung China saat pemberontakan G30 S PKI. Kini beliau sebagaimana jenderal-jenderal TNI Angkatan Darat  yang lalu berjuang untuk mempertahankan kedaulatan negara.

Reklamasi Pantai Jakarta yang iklannya berbahasa China mengindikasikan bahwa daerah tersebut akan dijual ke warga negara China. Pemerintah saat ini sedang mengajukan  RUU Dwi Kewarganegaraan yang akan bisa jadi akan memperbolehkan Warga Negara Asing (China)  memiliki dua kewarganegaraan.  Jika Warga negara China boleh memiliki KTP Indonesia maka dia akan memiliki hak membeli tanah di Indonesia dan juga yang lebih berbahaya dia akan memiliki hak mengikuti Pemilu yang akan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di indonesia

Jika benar bahwa dari 1.300 juta penduduk China saat ini yang 200 juta akan migrasi ke Indonesia, maka bisa dipastikan mudah bagi Ahoak untuk melangkah menuju tahta presiden Indonesia.

Ayo bela TNI. Tidak usah takut dibully atau dihina oleh pasukan bayaran kecebong di dunia maya. Buktikan bahwa semangat Pahlawan itu masih ada. Tunjukkan  bahwa darah Sultan Agung Tirtoyoso, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanudin, Imam Bonjol masih  mengalir di tubuh kita.

SELAMAT BERJUANG, JAGA NKRI DARI PENJAJAHAN ASING

SHARE AGAR RAKYAT INDONESIA TERBUKA MATA DAN HATINYA...

Thursday, 8 December 2016

DILEMA TNI: Merubah SUMPAH PRAJURIT atau mendukung gerakan KEMBALI KE UUD 1945 YANG ASLI.

DILEMA TNI:
Merubah SUMPAH PRAJURIT atau mendukung gerakan KEMBALI KE UUD 1945 YANG ASLI.
Catatan Batara R. Hutagalung
Pada 25 Agustus 2016 bertempat di FIB UI Depok, diselenggarakan peluncuran dan bedah buku dari Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy, dengan judul:
"Jati Diri, Doktrin dan Strategi TNI”
Pembicara Utama adalah mantan Wapres Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
Dalam bukunya, sehubungan dengan Jati Diri TNI, Teddy Rusdy menuliskan (hlm. 43):
"… Sejarah perjuangan TNI merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebagai bangsa pejuang yang lahir sebagai bagian yang utuh dari Bangsa Indonesia yang memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Dan keberadaannya ditegaskan pada tanggal 18 Agustus 1945 ke dalam Undang-Undang Dasar 1945, dalam suatu tekad dan pernyataan '… Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia …' Untuk itu dibentuklah Badan Keamanan Rakyat yang pada 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat dan kemudian menjelma menjadi Tentara Nasional Indonesia …”
Demikian kutipan dari buku Teddy Rusdy.
Benar, bahwa kalimat di alinea keempat Pembukaan UUD 1945 “… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia…”
adalah tugas utama dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kemudian, mengenai UUD 1945 setelah 4 kali mengalami perubahan (amandemen), Teddy Rusdy menulis di halaman 283:
"… Dengan membodohi Rakyat pula dan menipu TNI/ABRI yang masih Tentara Rakyat ‘berjiwa Pejuang’ dengan mengatakan Undang-Undang Dasar dengan empat kali Amandemen, sebagai UUD 1945.
Katakan dengan jujur dan berani bahwa UUD 1945 yang telah empat kali Amandemen, kreasi para Reformasi adalah UUD 2002 …”
Dalam uraiannya yang panjang dan rinci, mantan Wakil Presiden Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno membenarkan dan menggaris-bawahi, bahwa UUD NRI sekarang adalah UUD 2002.
Tulisan Marsekal Muda TNI (Purn.) Teddy Rusdy dan pernyataan Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno sebagai sesepuh TNI, mempunyai dampak yang sangat besar terhadap sikap yang harus diambil oleh Tentara Nasional Indonesia, sehubungan dengan UUD NKRI.
Pada PERUBAHAN KEDUA tahun 2002, Pasal 28G, (2) UUD RI, disebutkan:
“ Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan BERHAK MEMPEROLEH SUAKA POLITIK DARI NEGARA LAIN”
Kalimat:
"… berhak memperoleh suaka politik dari negara lain”, menunjukkan bahwa NEGARA DAN TNI GAGAL MELINDUNGI BANGSANYA, oleh karena itu dipersilakan “ … meminta suaka politik ke Negara lain…”
Dengan kata lain, Pasal 28 G, Ayat 2, MEMPERMALUKAN Negara RI dan Tentara Nasional Indonesia, karena seolah-olah telah memprediksi, NEGARA DAN TNI AKAN GAGAL MELINDUNGI BANGSANYA.
SUMPAH PRAJURIT TNI
Selain Sapta Marga, TNI juga memiliki lima butir SUMPAH PRAJURIT.
Butir pertama adalah: Demi Allah saya bersumpah / berjanji:
1. Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Apabila TNI tegas menyatakan bahwa UUD RI setelah empat kali amandemen adalah UUD 2002, di mana TNI harus menerima UUD 2002, maka sebagai konsekwensinya adalah, TNI harus merubah SUMPAH PRAJURITNYA, dengan bersumpah,
“ … akan setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 2002.
Sekarang TNI harus memilih, merubah SUMPAH PRAJURIT, atau mendukung gerakan KEMBALI KE UUD 1945 YANG DISAHKAN PADA 18 AGUSTUS 1945.
Penghapusan Pasal 28 G, Ayat 2 UUD 2002 yang telah dipertahankan selama 14 tahun, harus segera dilakukan.
Ini dapat menjadi PINTU MASUK peninjauan kembali seluruh
perubahan UUD 2002.

Sunday, 4 December 2016

PERADABAN BARU

Copas

PERADABAN BARU

Peradaban dominan saat ini adalah Barat dengan pemimpin besarnya Amerika tetapi saat ini juga sdg tumbuh kekuatan baru, China. Indonesia tampak ter dan dijepit keduanya, ibarat wanita cantik dan seksi, Indonesia diperebutkan oleh kedua jagoan dunia, Amerika dan China. Jika perempuan diperebutkan, asyiknya tinggal pilih mana yang paling keren. Tapi jika negeri yang diperebutkan akan menjadi masalah superserius.

Aksi 411 dan 212 adalah aksi yang sulit dinalar, khususnya nalar kaum positivis sekular materialistik. Coba tanya, sebelum keduanya terjadi, hampir semua memperkirakan 411 bakal diikuti oleh sedikit peserta, di media elektronik 411 berulangkali diberitakan akan diikuti sekitar 35.000 peserta. Nalarnya sederhana, partai islam gak laku, muslim lemah dlm finansial ekonomi, muslim sdh mengidap pragmatis materialis. Ternyata salah besar! Muslim yg hadir tidak sekedar puluhan ribu tetapi ratusan ribu bahkan orde enam, jutaan.  Bahkan tidak ada sampah tercecer maupun kerusuhan. Dus, muslim Indonesia dengan aksi 411 tidak hanya memperlihatkan perkiraan kaum rasional positivistik itu salah tetapi sekaligus memperlihatkan sebagai kaum beradab.

Tuntutan aksi 411 dipenuhi sebagian, sebagiannya lagi meragukan dan melahirkan rencana aksi lanjutan, aksi 212. Berangkat dari pengalaman 411, ulama dan ummat didekati dari atas-bawah, dari udara dikirim informasi bahaya makar, para tokoh umat dan pimpinan perusahaan angkutan umum didekati dan dihimbau untuk tidak memberangkatkan umat ke Jakarta, meski setelah terjadi kesepakatan, himbauan pencegahan keberangkatan kpd pihak PO ini dicabut namun ternyata di lapangan pencegahan tetap berlangsung.

Sekali lagi,  peserta aksi 212 diperkirakan bakal sedikit dan lbh sedikit dari 411 ternyata yang hadir lebih banyak dari 411, juga tanpa sampah dan taman yg rusak pun tanpa kerusuhan bahkan ketika diguyur hujan jamaah tidak bubar. Aksi 212 tidak sekedar memperlihatkan perkiraan kaum positivis materialis salah tetapi muslim Indonesia juga memperlihatkan sebagai komunitas atau masyarakat beradab. Fakta itu merupakan modal bagi pemerintah untuk membangun dan memajukan Indonesia menjadi bangsa tertib dan disiplin, bangsa yang bersih sebagai ciri negara maju. Sangat bisa, jika ternyata tidak bisa atau sulit berarti pemerintah mempunyai masalah karena pemerintahlah yang memegang kendali mau dikemanakan umat ini. Jika bangsa ini tidak ke mana-mana alias bergerak di tempat berarti pemerintahnya bingung mau bergerak ke mana, bahkan dengan 411 dan 212 pemerintah jika mau dan harusnya mau dapat mengembangkan imajinasi lebih jauh Indonesia sebagai simbul kekuatan dan peradaban baru yang tidak berkiblat, tidak mengekor dan tidak tunduk pada barat maupun timur.

Adalah fakta bahwa Indonesia merupakan bangsa majemuk bahkan mungkin paling majemuk . 700an suku bangsa dan 700an bahasa daerah,bangsa mana yang mempunyai warna warni sekaya ini? Adalah fakta bahwa masyarakat Indonesia menganut berbagai agama, islam, kristen, hindu, budha. Keragaman adalah fakta sejarah Indonesia dan fakta sejarah pula jika mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim, dan fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia adalah negeri muslim terbesar di muka bumi dan momen 411 serta 212 telah membuka mata dan menyadarkan dunia bahwa Islam Indonesia itu toleran, tertib dan santun, muslim Indonesia dapat bersabar menahan diri untuk tidak bertindak radikal meski merasa tersinggung berat karena kitab sucinya dinista. Muslim Indonesia juga dapat bergerak gesit dan lincah menghindar saat ditekan dan dihalangi geraknya, muslim Indonesia dapat berdisiplin dan menjaga kebersihan lingkungan.

Monggo pemerintah berimajinasi. Eyang Einstein mengatakan imajinasi adalah yang paling utama dalam (pengembangan) ilmu , dengan imajinasi gagasan besar bersanding. Tanpa imajinasi tidak ada gagasan besar, tanpa imajinasi tidak ada gagasan besar tentang Indonesia di masa depan, tanpa imajinasi progresif tidak ada gagasan besar tentang kekuatan alternatif,  peradaban alternatif yang tidak barat dan tidak timur.

Hayo pemerintah Indonesia berimajinasilah!

BADAI KEHIDUPAN

*🚘BADAI KEHIDUPAN🚘

Seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya.
Setelah beberapa puluh kilometer, TIBA² awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai
menepi dan berhenti.

“BAGAIMANA, Ayah? Kita berhenti?”, Si Anak bertanya.
“Teruslah.. !”, kata Ayah.
Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun.
Beberapa  pohon bertumbangan, BAHKAN ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan . Terlihat kendaraan² besar juga mulai menepi  dan berhenti.
“Ayah…?”
“TERUSLAH mengemudi!” kata Ayah sambil terus melihat ke depan.
Anaknya TETAP mengemudi dengan bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan HANYA berjarak beberapa meter saja.
Si Anak mulai takut.
NAMUN... tetap mengemudi WALAUPUN sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilo ke depan, dirasakan hujan mulai
mereda dan angin mulai berkurang. SETELAH beberapa kilometer lagi, SAMPAILAH mereka pada daerah yang kering  dan matahari bersinar.
“SILAKAN berhenti dan keluarlah”, kata Ayah.
“KENAPA sekarang?”, tanya-nya .
“Agar kau BISA MELIHAT seandainya berhenti di tengah badai”.
Sang Anak berhenti dan  keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Dia MEMBAYANGKAN orang² yang terjebak
di sana.
Dia BARU mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidakpastian.
JIKA kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti, dan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.
LAKUKAN saja Apa yang dapat kita lakukan, dan yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU
KITA tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus, Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita...
Patriot tidak akan pernah mundur membela bangsanya

*HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS!!!*
*Kadang Bangsa ini perlu mendapat cobaan*

*BUTUH* _batu kerikil_ supaya kita *BERHATI-HATI*..
*BUTUH* _se mak berduri_ supaya kita *WASPADA*..
*BUTUH* _Pesimpangan_ supaya kita *BIJAKSANA* dalam *MEMILIH*..
*BUTUH* _Petunjuk jalan_ supaya kita punya *HARAPAN* tentang arah _masa depan_.

•• Hidup Butuh *MASALAH* supaya kita _tahu_ kita punya *KEKUATAN*..

•• *BUTUH* _Pengorbanan_ supaya kita tahu cara *BEKERJA KERAS*..

•• *BUTUH* _airmata_ supaya kita tahu *MERENDAHKAN HATI*

•• *BUTUH* _dicela_ supaya kita tahu bagaimana cara *MENGHARGAI*..

•• *BUTUH* _tertawa dan senyum_ supaya kita tahu *MENGUCAPKAN SYUKUR*..

•• *BUTUH* _Orang lain_ supaya kita tahu kita *TAK SENDIRI*..

Jangan~ selesaikan *MASALAH* dengan _mengeluh, berkeluh kesah, dan marah"_, Selesaikan saja dengan Berbuat nyata *sabar, bersyukur*, dan jangan lupa *TERSENYUM*.

Teruslah *MELANGKAH* untuk bangsa dan Negara walau mendapat *RINTANGAN*, Jangan~ _takut_..
Saat tidak ada lagi *tembok* untuk _bersandar_, masih ada *lantai* untuk _bersujud_.

Perbuatan baik yang paling *sempurna* adalah perbuatan baik yang tidak~ _terlihat_, Namun.. Dapat dirasakan hingga jauh kedalam *relung hati*.

Jangan~ menghitung apa yang *hilang*, namun hitunglah apa yang *tersisa*.

Sekecil apapun *penghasilan* kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk _Kebutuhan_ Hidup.
Sebesar apapun *penghasilan* kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk *Gaya Hidup*.

Tidak selamanya kata-kata yang *indah* itu _benar_, juga *tidak*selamanya kata-kata yang *menyakitkan* itu _salah_.
Hidup ini terlalu *singkat*, lepaskan mereka yang menyakitimu, *sayangi* mereka yang _peduli_ padamu. Dan *berjuanglah* untuk mereka yang _berarti_ bagimu.

*Bertemanlah* dengan semua orang, tapi *bergaulah* dengan orang yang _berintegritas_ dan mempunyai _nilai hidup_ yang benar, untuk bangsa dan negara karena pergaulan akan *mempengaruhi* cara kita hidup dan *masa depan* kita.

Badai kadang diciptakan kelompok lain menggoyang kelompok lainnya..
Ketika Dua Asing dan Aseng bertempur memperebutkan pengaruhnya dengan tujuan menjajah dengan serakah ibu pertiwi.  Kewajiban para patriot membela atas nama ibu pertiwi bangsa dan negara bukan atas nama asing dan aseng dengan proxy proxynya.
Kita harus cerdas menghadapi dua proxy yang lagi bermain. Satu membela asing dan satu mempertahankan mati matian aseng.
Hanya yang membela ibu pertiwi yang akan dibantu oleh ridho Allah melalui tangan Tuhan yang  bekerja.,,, Insya Allah.
Tetapkan hatimu berjuang untuk ibu pertiwi dengan berbagai cara yg kalian bisa sebagai patriot

Tetap berjuang dan mengabdi untuk bangsa dan Negara yang kita cintai ini menuju kedaulatan dan kemerdekaan sepenuhnya agar bisa mandiri dengan Pancasila sebagai koridor dalam tata berbangsa dan tata bernegara
Amin