Thursday, 26 January 2017

Kapal Tanpa Awak Antiradar Karya STTAL

Kapal Tanpa Awak Antiradar Karya STTAL

Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dalam hal ini TNI AL, punya sumbangsih besar menuju kemandirian produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

STTAL mewajibkan mahasiswanya berinovasi, menghasilkan karya tugas akhir (TA) berupa bagian pendukung, dan bahkan alutsista. Ini yang terlihat dari karyakarya TA di sela wisuda 130 perwira dan bintara lulusan STTAL di Gedung Moelyadi Bumimoro Surabaya, Jawa Timur, kemarin. Ada 24 produk yang dipamerkan dan bahkan diujicobakan di hadapan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi. Karya yang ada dihasilkan 36 perwira yang menempuh program magister (S-2) Analisis Sistem dan Riset Operasi (ASRO) Angkatan II serta III, 57 perwira yang menempuh program sarjana S-1 Angkatan XXXV, dan 37 bintara yang menempuh program Diploma 3 Angkatan IX di STTAL.

Salah satu hasil inovasi tugas akhir yang menarik KSAL Ade Supandi adalah kapal tanpa awak (drone). Selain antiradar karena beberapa lekukan yang presisi, kapal ini juga dilengkapi senjata. Saat diujicobakan di hadapan KSAL, bagian atasnya langsung terbuka dan secara hidrolis muncul laras senjata otomatis berupa meriam 7,6 mm. Laras bergerak kanan-kiri, atasbawah mencari sasaran tembak.

Sistem kerjanya pun terintegrasi jarak jauh. Kapal ini dikembangkan oleh Kapten Laut (T) Fandi Tri Prasetya, seorang wisudawan. Fandi menjelaskan, kapal hasil pengembangannya itu memiliki kemampuan siluman yang tidak terdeteksi radar dan memiliki serangan cepat (fast attack). Selain itu, kapal yang diberi nama Platform Stealth Fast Attack Vehicle ini juga didukung kemampuan laju mencapai 30 knot. ”Kapal ini memiliki daya tangkal terhadap ancaman pertahanan, khususnya di perairan, kepulauan, dan wilayah pantai,” terang Fandi.

Dari karya hasil pengembangannya ini, Fandi berharap mampu menjawab permasalahan keamanan, terutama maraknya kejahatan di laut, yakni penyelundupan narkoba, illegal fishing, illegal logging, human trafficking, dan pelanggaran batas wilayah negara. Karya lain yang juga menarik perhatian KSAL adalah robot otomatis pendeteksi dan penanda ranjau darat antitank berbasis Atmega 2560.

Robot ini dikembangkan Serka SAA Romadhon Junaidi serta Sertu Eko Sandi Budi Waluyo. Sensor logam yang terpasang mampu mendeteksi ranjau hingga kedalaman 6 sentimeter. Ketika ada ranjau, robot mengeluarkan bunyi. ”Ini harus kembangkan. Jangan hanya untuk kedalaman 6 sentimeter, tapi ditambah,” pinta Ade.

https://m.youtube.com/watch?v=OqYOGfdFNlA

sumber: Koran Sindo

Sunday, 22 January 2017

Kedaulatan NKRI Tanggung Jawab Kita Semua"

Pada Jumat 20 Januari 2017 pkl. 13.30 WIB di Gd. Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, berlangsung Round Table Discussion bertema

"Kedaulatan NKRI Tanggung Jawab Kita Semua"

yang diselenggarakan oleh DHN (Dewan Harian 45) dan Center Of Study For Indonesian Leadership (CSIL) dengan penanggubg jawab Abdul Malik (Dep Direktur CSIL). Dihadiri oleh sekitar 150 orang.

Beberapa pembicara yang hadir antara lain:

1. Jend.( Purn) Tyasno Sudarto (Mantan KSAD/Ketua Umum DHN 45)
2. Lily Wahid (Mantan Anggota DPR RI FPKB)
3. Usamah Hisyam (Ketua Umum Parmusi)
4. Permadi (Mantan Anggota DPR RI FPDIP)
5. Letjend MAR (Purn) Suharto (Purnawirawan TNI AL)
6. Mayjend TNI (Purn) Prijanto (Mantan Wagub DKI Jakarta)
7. Batara R. Hutagalung
8. Dr. Firdaus Syam
9. Samuel (Tokoh Muda)
10. Habib Rizieq Syihab (Imam FPI)
11. Heppi Trenggono (Pemimpin Gerakan Beli Indonesia)

Tyasno Sudarto :

Gedung ini adalah tempatnya berdiskusi para pejuang. Gedung juang menjadi arena kita berdiskusi dalam rangka mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Tugas pokok DHN 45 bagaimana memelihara dan menegakkan jiwa dan semangat nilai-nilai kejuangan 45. Kedaulatan ada di tangan rakyat.

Baru-baru ini saya mendengar, Presiden akan membuat lembaga penegakan Pancasila. Sudah pasti kami setuju. Tetapi Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa bisa dilaksanakan kalau konstitisi dan peeaturannya harus Pancasilais. Oleh karena itu saya menyatakan, bagaimana kita akan melaksanakan Pancasila kalau UUD 2002 yang semuanya itu bertentangan dengan Pancasila. UUnya juga pasti tidak Pancasilais. Akhirnya kita tidak akan bisa melaksanakan.Pancasila. Oleh karena iti usulan kami pertama adalah, untuk bisa melaksanakan Pancasila, kita harus kembali ke UUD 1945 yang asli.

Boleh disempurnakan tetapi tidak boleh menyimpang dari Pancasila. Kedua, persatuan dan kesatuan bangsa atau Bhinneka Tunggal Ika. Jangan hanya dipotong menjadi kebhinekaan. Perbedaan bukan untuk saling menjatuhkan, mencelakakan, tetapi untuk bekerjasama bagaimana membangun kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu Bhinneka Tunggal Ika harus didasarkan pada persamaan-persamaan, yaitu pertama kita adalah sama-sama ciptaan Tuhan.

Pancasila adalah anti penjajahan. Pancasila itu anti liberalisme dan kapitalisme.Pancasila juga anti komunis dan sekulerisme. Karena itu kalau kita mau menegakkan Pancasila, kita harus kembali ke UUd 1945 yang asli.

Bukan merubah batang tubuhnya, tetapi buatlah adendum. Kalau sekarang UUD itu masih disebut UUD 1945, itu sama saja dengan membohongi rakyat Indonesia. Karena saya tidak mendukung amandemen maka saya dicopot.

Di Indonesia sekarang sudah mulai tumbuh keinginan untuk kembali ke UUD 1945 yang asli. Kalau kita merubah dasar, maka bangunannya akan berubah. Maka itu kita arus rubah, rubah. Perubahan yang harus dilakukan adalah dengan revolusi.

Jangan dipertentangkan antara Pancasila dengan Islam. Pancasila itu adalah rahmat dari Allah dan Islam adalah agama Allah. Justru Pancasila itu diambil dari sari-sarinya Islam.

Jangan yang berbeda pendapat dianggap musuh. Siapa yang berbeda pendapat, mari kita diskusi. Kekuatan Pemerintah adalah kekuatan yang manunggal dengan rakyat. Rakyat itu adalah anak, sedangkan Pemerintah adalah kepala keluarga. Kalau anak nakal, jangan ditendang, tetapi diajak bicara. Ini adalah pendidikan. Jangan pendidikan itu hanya mendidik otaknya saja tetapi juga kepribadiannya.

Kekuasaan jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan. Membela kebenaran, kadang yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan. Marilah tugas kita terutama pemuda, mari perjuangkan bersama.

Kita diskusikan hari ini bagaimana kita menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan di Indonesia. Ada tiga cara untuk kembali ke UUD 1945 yang asli yaitu lewat MPR, lewat Pemerintah atau lewat revolusi.

Heppi Trenggono :

Sebenarnya bangsa kitasedang mengalami ujian yang sangat berat. Bahkan kita semakin bodoh, tidak.mampu membedakan mana yang musuh dan mana yang bukan. Bahaya PKI sudah semakin dekat, tetapi bukan dianggap bahaya. masuknya orang-orang asing Cina ke Indonesia, dianggap bukan bahaya  Padahal semua bahaya itu mengancam NKRI.

Prijanto :

Jangan menganggap perbedaan sebagai anak tiri. Persatuan itu sendiri adalah tegaknya hukum. Cita-cita pendiri bangsa tidak akan tercapai kalau tidak ada persatuan. TNI dan Polri juga harus bersatu. Andaikan kasus Sumber Waras masuk KPK tentu tidak akan terjadi seperti sekarang ini. Karena itulah perlunya penegakan hukum.

Batara R. Hutagalung :

Kalau makar itu artinya menggulingkan Pemerintahan yang sah. Soal UUD 2002, kalau dikatakan tidak ada perubahan batang tubuh, maka itu sama dengan penipuan.

Bukan hanya TNI dan Polri, tetapi Presiden dan para menterinya juga dalam sumpahnya berjanji untuk melaksanakan dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.

Kalau dulu saya mendengar bahwa NKRI itu adalah harga mati, sekarang berubah menjadi NKRI harga murah. Kita harus merebut kembali kedaulatan bangsa.

Permadi :

Saya adalah korban laporan asal bapak senang. Saya dituduh ikut rapat makar  dengan ibu Rahmawati dsb, padahal saya sedang sakit. Kedaulatan NKRI adalah tanggung jawab semua, itu salah.  Kedaulatan NKRI hanya ada disebagian rakyat karena sebagian kecil orang menjual kedaulatan NKRI.

Jadi saya setuju kalau ada revolusi seperti yang disampaikan oleh Pak Tyasno. Hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas. Satusatunya cara adalah revolusi. Apakah revolusi itu makar? Tidak. Bung Karno itu Pemimpin Besar Revolusi. Dan Bung Karno mengatakan bahwa revolusi belum selesai. Jadi revolusi itu konstitusional.

Sekarang ini kedaulatan politik, kedaulatan ekonomi kita hancur. Penyebabnya antara lain karena amandemen UUD 1945.  MPR harus dikembalikan ke yang asli. Presiden RI harus warga negara Indonesia asli, diganti menjadi Presiden RI adalah warga negara Indonesia sejak lahir. Ini sangat membahayakan.  Ahok dan Hari Tanoe sudah menyatakan akan menjadi. Karena itu tolak pasal tentang pemilihan Presiden.

Kekayaan alam dikuasai oleh negara tetapi tidak untuk rakyat. Banyak dikuasai asing. Sekarang malah buruh-buruh kasar asalah Cina. Jadi menurut saya yang makar adalah yang mengamandemen UUD 1945.

Lily Chodijah Wahid :

Menjaga kedaulatan adalah tugas kita semua. Yang saya heran, sesudah aksi daman 212 kemarin, terjadi sebuah fitnah yang bukan main hebatnya. Aksi 212 dikatakan anti kebhinekaan. Sebetulnya, yang berniat baik kepada republik ini siapa? Ya jelas kita.

Bayangkan, seorang putri proklamator, ditangkap dengan alasan makar. Waktu beliau diinterogasi, Ibu Rahma balik bertanya alasan makar. Penyidik menjawab kalau Ibu Rahmawati ingin kembali ke UUD 1945. Padahal kembali ke UUD 1945 adalah kita ingin menata kembali Indonesia.

Jangan kita ini ingin dijadikan sasaran intelijen. Saya adalah mantan Anggota Komisi I DPR.  BIN itu selalu meminta anggaran naik tetapi kenyataannya sekarang bobol terus. Jangan kita biarkan PKI kembali lagi. Tugas kita untuk mencegah kembalinya PKI. Jangan sampai kita mau diadu domba.
Saya harap para pemimpin di negeri ini diberi hidayah oleh Allah SWT.

Samuel :

Tidak boleh Pemerintah membiarkan adanya konflik. Pemerintah harus mendudukkan seluruh elemen dan ormas. Libatkan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak ada tanpa rakyat. Kalau rakyat di adu domba, maka permasalahannya ada di Pemerintah.

Kalau kita kembali ke UUD 1945, tidak akan terjadi konflik. Kita memilih pemimpin yang mampu merangkul semua.

Letjen (purn) Suharto :

Dalam bidang politik kita sudah tidak.berdaulat. Di bidang ekonomi, 70% ekonomi kita dikuasai oleh kurang dari 1% orang Indonesia. Kita sekarang krisis keadilan. Mudah-mudahan kedepan krisis ini bisa hilang. Tetapi krisis keadilan bisa dihilangkan kalau kita bisa mengatasi krisis kepemimpinan.

Firdaus Syam :

Hari ini penista agama dibela, pembela agama dihina. Penegak agama dituduh intoleransi. PKI dan sekulerisme dibiarkan. Kelompok yang menegaskan nilai-nilai agama dimarginalkan bahkan dikriminalisasi. Kita butuh pemimpin Islam yang istiqomah. Jangan kita terjerumus ke lubang yang sama.

Janganlah mempertentangkan perbedaan. Kita butuh persatuan umat. Bahkan ada yang mengatakan bahwa agama adalah sumber konflik. Melalui opini media dikesankan bahwa Islam adalah radikal.

Ketidakadilan sosial terjadi seperti penggusuran. Demikian pula dengan ketidakadilan ekonomi.

Usamah Hisyam :

Ketika aksi damai 212, jutaan umat berkumpul di Monas, tetapi bisa dikalahkan oleh seorang Ahok. Apakah Legislatif sudah memenuhi harapan rakyat? Belum.  Apakah eksekutif sudah dapat memenuhi harapan rakyat? Belum. Apakah Yudikatif sudah memenuhi harapan rakyat? Belum.

Parmusi melihat ada dua ancaman besar yaitu poros Jakarta-Peking yang memunculkan neokomunisme, dan gerakan transnasional.

Habib Rizieq Syihab :

Tidak boleh ada dikotomi antara Islam dan nasionalis. Fitnah yang harus kita lawan bersama. Kita bukan lagi berdebat soal NKRI tetapi bagaimana meng em balikan UUD 1945 yang sudah dikhianati. Mari kita rapatkan barisan, jaga persatuan dan kesatuan dan mengembalikan UUD 1945 yang asli.

Dalam simposium PKI saya sampaikan ada 30 indikasi kembalinya PKI. Jadi kalau ada elit politik yang mengatakan bahwa PKI sudah habis, itu bohong besar.

Belakangan, indikasi terbaru kebangkitan PKI adalah munculnya logo mirip palu arit di uang kertas RI. Saya tidak akan.mundur, bahwa munculnya logo palu arit di uang kertas, harus kita lawan.

Saya merasa prihatin bahwa intelijen memata-matai kelompok Islam dan kelompok nasionalis. Seharusnya intelijen itu memata-matai asing yang ingin memgganggu kedaulatan NKRI.

Kenapa di Indonesia banyak pengangguran? karena di negara ini banyak perampok negara. Oleh karena itu tidak boleh lagi di Indonesia ada lagi yang makan nasi aking.

Kondisi kita kali ini, dihadapan rezim pengiasa, selalu dicari-cari kesalahan. Mereka mencari celah kesalahan, baik terhadap tokoh Islam maupun tokoh nasionalis. Kami akan terus melakukan perlawanan.

Hari Senin besok saya dipanggil Polda Metro Jaya terkait protes saya yang dianggap terlalu keras soal logo palu arit dalam uang kertas RI. Saya senang dipanggil Polisi karena dengan saya   media akan memberitakan dan rakyat Indonesia akan tahu persoalannya.

Friday, 20 January 2017

Leonard Van Huizen Baris: *EDISI BOCORAN DOKUMEN* *Klasifikasi : Top secret. Not for distribute*.

Leonard Van Huizen Baris:
*EDISI BOCORAN DOKUMEN*
*Klasifikasi : Top secret. Not for distribute*.

*Judul :*
*Asia tahun 2025 dan pengaruhnya terhadap keamanan nasional Amerika Serikat abad 21*

Oleh :        Tim Kajian Strategis
Pimpinan : William Cohen (mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat)
Anggota :  15 ahli disiplin politik. Tahun : 2000.

Dari berbagai hasil kajian Tim tsb, hal yang paling penting bagi bangsa dan negara Indonesia adalah adanya *Skenario melenyapkan Indonesia (dan Pakistan) selambat-lambatnya antara tahun 2010 - 2025*

Berikut isi ringkas dokumen tersebut.
Ada dua ( 2 ) langkah utama untuk menjalankan skenario tsb :
1.  Non kekerasan atau non perang.
2.  Kekerasan atau peperangan.

*SKENARIO NON KEKERASAN*

*Hancurkan musuh-musuh melalui 7F :*

1.  *FINANCE*, melalui :
a.  Kucuran hutang dari Lembaga Keuangan
     Internasional,
b.  Keikutsertaan dalam Privatization, Free
    Trade, Globalization, dan lain-lain,
c.  Ciptakan program-program kemiskinan,
d.  Kuasai Aset Ekonominya,
e.  Kuasai Kekayaan Alamnya.

2.  *FOODS*, melaui pelemahan ketahanan pangan.

3.  *FILMS*, melalui :
a.  Kuasai aset Informasinya,
b.  Hancurkan moral-akhlak rakyatnya,

4.  *FASHION*, melalui mode (pakaian, gaya
      rambut, make-up)

5.  *FANTASY*, melalui :
a.  Industri/penyebaran Narkoba/Miras/Rokok,
b.  Industri/pariwisata sex bebas.

6.  *FAITH*, melalui :
a.  Ciptakan revolusi sex (Freesex, Homosex, Lesbian)
b.  Rusak keluarga (Domestic, Partner)
c.  Buat aliran-aliran sesat dan yang mengaku sebagai agama,
d.  Promosikan sekularisme, pluralisme sebagai “agama” baru,
e.  Hancurkan militansi rakyatnya,
f.  Suburkan Deislamisasi (Sekularisme, Liberalisme,  Pluralisme)
g.  Ramaikan Pemurtadan.

7.  *FRICTION* melalui :
a.  Konflik ideology,
b.  Pertahankan dan Promosikan Multi Partai agar mudah dipecah belah,
c.  Kuasai Sistem Politik dan kuasai Hukumnya,
d.  Ciptakan revolusi.

*SKENARIO KEKERASAN ATAU PEPERANGAN*

Hancurkan musuh-musuh melalui skenario separatisme atau invasi/agresi dengan tahapan :
1.  Terpurukkan ekonomi nasionalnya,
2.  Pertentangan elit politiknya,
3.  Suburkan konflik horizontalnya,
4.  Pecah belah militernya,
5.  Datangkan ”Pasukan Perdamaian”,
6.  Buat serbuan “Paradigmatis”,
7.  Buat sel-sel perlawanan,
8.  Invasi militer setelah diciptakan status “Legal Intervention”.

*PENUTUP :*
1.  Bangsa Indonesia sudah, sedang dan akan menuju terhapus dari peta dunia, tetapi sayangnya banyak yang menilai sebagai dongeng sebelum tidur atau isapan jempol belaka bahkan disebut sebagai HOAX.
2.  Faktor penyebab skenario tersebut seolah-olah berjalan lancar adalah banyak yang tidak menyadari dan menganggap sebagai kewajaran dunia modern.
3.  Di sisi lain, ada sebagian bangsa kita yang justru secara sadar atau tidak menjadi bagian dari pelaksana skenario tersebut.
4.  Sejauh mana skenario tersebut saat ini berjalan ? Bahkan banyak pejabat dan aparat penegak hukum yang secara sadar menjalankan skenario kekerasan, konflik horizontal didalam masyarakat.

#SaveIndonesia. (Indonesia 🆘)

Tuesday, 17 January 2017

Jokowi, Jonan dan Archandra kompak “Gebuk”

Copy paste dari ARN

Selasa, 17 Januari 2017,

ARRAHMAHNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh media sosial Denny Siregar menulis analisa tentang Jokowi, Jonan dan Archandra kompak “Gebuk” Freeport, berikut tulisannya:

MENAKLUKKAN BERUANG FREEPORT

Akhirnya sesudah keributan mereda, Jokowi pun memasang duet Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar. Jonan tukang gebrak, Archandra sebagai pengumpan. Mereka itu seperti duet klasik Christiano Ronaldo dan Mesut Ozil di Real Madrid.

Tambang Freeport adalah negara di dalam negara. Selama 50 tahun -sejak perjanjian dengan pemerintah Indonesia thn 1967- Freeport menguasai areal tambang dimana pemerintah pun sulit menyentuhnya. Karena itu perjanjian mereka disebut Kontrak Karya.

Menjadikan mereka sebagai perusahaan tambang biasa yang tunduk pada hukum di Indonesia, sulitnya minta ampun. Apalagi banyak “tangan-tangan tidak kelihatan” yang melindungi Freeport, dan itu bukan tangan biasa.

Ketika Presiden SBY mau lengser, entah kenapa mereka malah buru-buru menanda tangani perpanjangan Kontrak Karya Freeport sampai 2041. Padahal sesuai perjanjian dengan pemerintahan orde baru, Kontrak Karya Freeport akan berakhir di tahun 2021.


Disinilah biang keributan pada waktu itu.

Pemerintahan Jokowi jelas punya kebijakan sendiri. Ia ingin Freeport kembali ke bumi pertiwi. Dan supaya pengambil-alihannya bisa sesuai konstitusi, maka Freeport harus menjadi usaha tambang biasa supaya bisa tunduk pada hukum RI.

Tarik menarik terjadi. Dan kita sudah menyaksikan drama menarik dengan korban Setya Novanto yang jatuh dari kursi Ketua DPR RI.

Kegaduhan waktu itu, membuat kesal Jokowi. Seperti kita tahu, ia tidak suka dengan ribut-ribut yang menyita energi. Maka, Sudirman Said pun diganti.

Akhirnya sesudah keributan mereda, Jokowi pun memasang duet Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar. Jonan tukang gebrak, Archandra sebagai pengumpan. Mereka itu seperti duet klasik Christiano Ronaldo dan Mesut Ozil di Real Madrid.


Freeport digiring supaya menyerah. Peluang goal ada pada masa perpanjangan ijin ekspor mineral olahan atau yang disebut konsentrat yang berakhir 11 Januari lalu.

Freeport diancam, kalau tidak mau merubah Kontrak Karya menjadi ijin usaha pertambangan biasa, maka Freeport dilarang ekspor konsentrat. Ini bencana buat Freeport karena disitulah sumber makan mereka.

Akhirnya Freeport pun menyerah. Mereka sudah terlalu lelah dengan semua perkelahian ini. Pemerintahan Jokowi ini beda. Pertarung-pertarungannya bukan kelas bayaran -maksudnya-, dibayar selesai perkara, tetapi benar-benar para pejuang yang membawa nama bangsa.


Freeport mengumumkan bahwa mereka akan mengikuti permainan pemerintah, yaitu mengubah Kontrak Karya menjadi ijin pertambangan biasa. Kalau gak gitu, mereka gak boleh ekspor konsetrat. Mau makan apa?

Kenapa kemarin-kemarin Freeport tidak mau menjadi ijin usaha pertambangan biasa?. Karena ketika Freeport masuk ke wilayah itu, pemerintah berhak menguasai sampai 51 persen saham mereka.

Dan itu berarti Freeport akan menjadi milik kita, saudara-saudara… MILIK KITA. Info ini penting buat mahasiswa cabe-cabean yang kemaren demo karena cabe naik musiman. Sini dek, minum kopi biar kujelasin. Mahasiswa yang cantik aja, yang bau ketek tolong pinggirin. Serupuzzzzz. (ARN)

Sumber: DennySiregar.com

Thursday, 12 January 2017

ISLAM ATAU ARAB..??!!

Semoga copas ini ada manfaatnya.

*ISLAM ATAU ARAB..??!!*🤔

*Tulisan ini untuk mengajak umat muslim Indonesia lebih kritis dalam memahami tentang "ISLAM dan ARAB' dengan kebudayaannya,* _sehingga kita tidak terperangkap dalam kesesatan pemikiran yang sempit tentang_

                   *I S L A M*

1. Menjadi Muslim berbeda dengan menjadi orang Arab, maka "ISLAMISASI" jelas-jelas berbeda dengan "ARABISASI".

2. Islam itu bukan ajaran Arab, walaupun :
» Al-Qur'an berbahasa Arab,
» dan Nabi Muhammad dari kaum Arab.
*Islam itu 'Jalan Hidup', 'Prinsip Hidup'  bukan keyakinan orang Arab.*

3. Faktanya...
» *Turunnya ajaran Islam justru 'ditentang' oleh kaum Arab di masa itu karena Islam datang mengubah*
» Tradisi,
» Keyakinan,
» Kebiasaan jahiliyah orang-orang Arab.

4. *Islam datang kepada kaum Arab membawa 'Tatanan yang Baru' sama sekali, baik dalam hal*
» *Tradisi,*
» *Kebiasaan,*
» *Akhlak,*
» *Hukum,*
» *dan juga Cara Hidup.*

5. Perlu dicatat... !
*Karena Al-Qur'an dan Nabi Muhammad berbahasa Arab, maka 'Bahasa Arab' juga tidak bisa dipisahkan dari 'Agama Islam' karena Kitab Sucinya adalah berbahasa Arab.*

6. Juga *sebuah kewajaran bahwa Agama Islam awalnya disebarkan oleh orang Arab karena memang agama Allah yang pamungkas ini berasal dari sana.*

7. *Mengenai tokoh-tokoh besar Agama Islam ini adalah orang Arab itu pun wajar saja, karena merekalah kaum awal yang beragama Islam.*

8. Jadi bisa dikatakan :
»  *Arab belum tentu Islam, contohnya Abu Jahal, Abu Tholib, dll*
» dan Islam tidak harus Arab,
» *yang jelas Islam itu pasti berdasarkan..*

                 *"Al-Qur'an*
                       *dan*
                *As-Sunnah"*

9. Juga salah besar, bila dikatakan bhw *Islamisasi sama dengan Arabisasi",* *lantas menolak Islamisasi dengan dalih,*

*"Ini Indonesia, bukan Arab"*

10. Apa bedanya?
Jelas beda sekali, *menjadi Arab atau bukan Arab itu adalah  'TAKDIR', sedangkan* _*mengambil Islam atau mengabaikannya, itu adalah 'PILIHAN'*_

11. *Islam itu ya Islam..!!!*
Tidak perlu ada pandangan Islam Malaysia, Islam Eropa, Islam Amerika, Islam China, dll.
Apalagi..

   _"Disana Islam Arab,_
_disini Islam Nusantara"_😣

ini pandangan yang mungkin niatnya baik *tetapi justru berpotensi*
*"MEMECAH BELAH ISLAM". Sebaiknya dihindari.*

12. *Islam itu ya Islam...!!!*
*Panduannya Kitabullah dan Sunnah, Khulafaur Rasyidin dan juga Tabiin, Tabiut Tabiin, Ulama Salaf, apapun Madzhabnya.*

13. *Adapun menjadi Muslim, tidak berarti meninggalkan budaya lokal.*
» *Bila bertentangan dengan Islam tinggalkan saja...*
» dan bila tidak silahkan dilanjutkan.

14. *Apa standar meninggalkan dan melanjutkan budaya setelah jadi Muslim?*
*"Ya AQIDAH, bila bertentangan dengan Aqidah, ya mutlak harus ditinggalkan.*

15. Misalnya seperti budaya..
» *Membuka Aurat,*
» Menyembah pohon,
ya harus tinggalkan.
*Beda dengan*
» Arsitektur,
» Aneka Makanan (halal),
ya *boleh dilanjutkan.*

16. _*Islam masuk ke Cina, arsitektur masjid mirip pagoda,*_ boleh saja tetapi sembahyang leluhur dengan hio, ya ditinggalkan, itu contohnya.

17. *Islam masuk ke Indonesia, maka batik tetap lestari, bahkan menyerap nilai Islam, boleh saja* _tetapi menyembah batu dan patung harus dihapuskan._

18. *Dalam Islam mudah saja, selama tidak dilarang syariat, amalkan saja. Namun bila sudah ada larangan syariat,* maka :

        *Islam yang harus*
            *diutamakan*

19. *Maka di dalam Islam, semua produk (fisik atau non-fisik) selain Aqidah, boleh saja diadopsi termasuk teknologi juga karena termasuk "produk non-aqidah".*

20. *Kita mencukupkan diri pada Kitabullah dan Sunnah, itu yang terbaik.*👍🏿👍🏾👍🏽

21. Kesimpulannya...
» *Belajarlah Islam,*
» *Kaji terus Islam, jangan berhenti,*
» *Taati Allah dan Rasulullah semata,*
» *karena kita akan kembali kepada-Nya.*

22. Kesimpulan lain, *jadi Muslim kamu*
» gak harus pakai sorban,
» gak harus berjubah untuk laki - laki,
» *yang jelas Pikiranmu, Lisanmu, Amalanmu...*

   *Harus ber-Azas Islam.*

23. *Jangan sampai terbalik,*
» kamu pakai sorban,
» pakai sarung,
» mengenakan peci, jubah,
*tetapi pola pikirmu dan referensimu liberal, jauh dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.*

24. Lebih bagus kamu memakai
» Batik,
» Kemeja,
» Kaos,
» Celana,
lalu *setiap kamu mikir, lisan, amal, semua berdalil :*

                *"Kitabullah*
                         *dan*
                    *Sunnah".*

25. *Lebih bagus lagi, kamu memakai peci, memakai sarung, mengenakan sorban, berjubah dan semua pikiran, lisan, amalmu,  azasnya Kitabullah dan Sunnah, itu.*

Jadi di dalam *Agama Islam itu adalah...*

*Aqidah, Syari'at dan Akhlak-lah* _*yang harus diutamakan dalam berpola pikir & pola sikap...*_
Bukan simbol...

Monday, 2 January 2017

PENCERAHAN DARI DANSESKO TNI LETJEND. TNI. AGOES SUTOMO

PENCERAHAN DARI DANSESKO TNI LETJEND. TNI. AGOES SUTOMO

" Masyarakat harus yakin. TNI tetap setia pada NKRI dan rakyat. TNI tahu kapan saatnya mengambil sikap kalau negara memang dalam keadaan genting", Letjend. TNI. Agoes Sutomo.

(Rangkuman materi Geopolitik dan Geostrategi Indonesia dalam kaca mata inteligent)

1. Kalau kita mendengar presentasi Panglima TNI ttg perspectif ancaman pada ILC yang lalu maka kita akan paham kenapa Indonesia menjadi sasaran target incaran negara maju di dunia.
2. Kekuatan asing yang mengincar Indonesia sangat berharap Indonesia rusuh, perang saudara seperti Suriah sekarang.
3. Untuk itu mereka telah melakukan skenario (ibarat lingkar obat nyamuk) secara sistematis melakukan proxy war pelemahan Ketahanan Nasional Indonesia dari masa ke masa secara bertahap dan halus
4. Pelemahan sistem pertahanan kita itu meliputi semua bidang. Mulai dari ekonomi, politik, hukum, peraturan perundangan, sejarah, media informasi, pergeseran watak prilaku bangsa, gaya hidup, institusi pemerintah, termasuk pelemahan TNI baik secara fungsi dab wewenang.
5. Pelemahan sistem pertahanan ini tentu melalui operasi inteligent masive dan terstruktur
6. Ada USER (State /non state (negara/kelompok elit), ada AGENT HANDLE, di bawahnya AGENT ACTION, di bawahnya lagi INFORMAN berlapis.
7. Tiap struktur dan bahagian ini bergerak menurut tupoksinya masing masing, dimana diantara sesama merekapun tidak saling mengenal. Yang tahu hanya SANG USER.
8. Mereka di bayar, di latih, untuk melakukan operasi operasi cipta kondisi bahkan sabotase dengan bantuan dana tanpa batas serta dukungan power politik yang kuat.
9. Masing agent ini masuk melebur kedalam sendi sendi kehidupan bernegara kita. Ada yang masuk dan menjadi tokoh negarawan, dosen, pengamat, pejabat publik, institusi pemerintahan (Eksecutive, legislatif, yudicative), dunia perbangkan, dunia perfilman,
1. Bahkan sampai ke istana dan tubuh TNI-POLRI sekalipun.
10. Agent handle sebagai pengendali, Agent action sebagai eksekutor, informan sebagai pengumpul informasi lapangan.
11. Masing agent ada yg bergerak sebagai pendukung, kontra, pihak ke tiga dari pemerintahan.
12. Semua bergerak dalam rangka mengamankan setiap kepentingan USER di Indonesia. Salah satu contoh yang marak sekarang adalah bagimana merekayasa terjadi gejolak kerusuhan di Indonesia.
13. Untuk menciptakan gejolak masing agent bergerak untuk menanamkan rasa saling benci, saling curiga, saling buruk sangka, diantara sesama anak bangsa. Baik antar suku, antar agama, antar ormas, antar ulama  antar pengamat, antar kampus, antar parpol, antar tokoh bangsa. Termasuk antar institusi
14. Kita semua seolah di paksa dan di giring kepada satu titik yaitu PERANG. sekecil apapun masalah akan di peruncing dan di provokasi. Timbal balik.
15. Tujuannya hanya satu : Menjadikan anak bangsa menjadi bangsa yang sinis, egois, ambisius, sadis, anti kebersamaan.
16. Kita di jauhkan dari sifat asli bangsa Indonesia seperti : Pejuang, militan, pemberani, kuat, kompak, suka bermusyawarah, gotong royong.
17. Jadi kalau ada kejadian disekitar kita yang diluar kewajaran itu adalah salah satu bentuk hasil kerja para agent tersebut.
18. Perang saudara adalah hal yang sangat di inginkan USER asing thd indonesia. Agar kita akhirnya terpecah belah, hancur lebur, lemah untuk kemudian mereka kuasai (Jajah).

SOLUSI:

1. Jadilah kita kembali menjadi jati dirinya orang Indonesia. Sebuah kesadaran kolektif senasib satu bangsa dan satu rasa cinta tanah air. Tak ada pandang SARA. Kita adalah sebuah bangsa yang kuat dan bersaudara.
2. Jangan mau terpancing untuk menjadi "Tidak Waras" (Sesuai keinginan USER) untuk punya keinginan saling bunuh, saling memerangi, saling menghabisi antar sesama anak bangsa. Persoalan politik diselesaikan dengan cara politik yang moderat.
3. Kalau Indonesia pecah perang saudara, banyak negara sekitar kita yang tepuk tanga  dan bahagia.
4. Secara politik konstitusional. Tidak ada sebaik kembali lagi kepada UUD 1945 dan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Karena itu di buat oleh para Founding Father kita melalui sebuah perenungan, pemikiran, dan penghayatan yang sangat dalam sesuai dengan kondisi bangsa.
5. Ikat kembali rasa persatuan sesama anak bangsa. BUNUH segala bentuk skenario para USER tersebut dengan tidak mudah terpancing, dan justru merekat kembali rasa persaudaraan.
6. Bagi pemuda pemuda idealis dan nasionalis. Mari ikut berjuang mengambil oeran dan posisi strategis negara untuk melakukan perbaikan moral dan cita cita bangsa.
7. Percayalah. TNI tetap solid dan setia terhadap NKRI. Bersama Rakyat TNI Kuat. TNI tahu kapan saat yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan disaat negara genting.

Batam, 29 Desember 2016