Tuesday, 22 November 2016

RUSH MONEY, MELUMPUHKAN BISNIS SEMBILAN NAGA

Iki artikel menarik dan MASUK AKAL!!!

Windu Sundoro Sundoro:

Ini ternyata sebabnya sembilan naga takut.

RUSH MONEY, MELUMPUHKAN BISNIS SEMBILAN NAGA

Saat melawan penjajah Belanda, Sultan Agung mengalami kesulitan menembus benteng VOC.  Benteng tersebut menggunakan sungai  yang mengalir  untuk sumber air. Sultan Agung kemudian  meracuni sungai tersebut dengan merendam bangkai-bangkai binatang ternak yang diikat di dalam sungai. Air sungai yang mengandung bakteri itulah yang kemudian membunuh pasukan Belanda. Bahkan jenderal pimpinan tertingginya pun tewas karena disentri. Sultan Agung menghancurkan musuh bukan dengan menghancurkan benteng, tetapi menghancurkan para penjaga yang berada di balik benteng tersebut.

Tuntutan keadilan terhadap Ahox seperti membentur tembok raksasa.  Berkali-kali terkena kasus Ahox seperti tidak tersentuh. Saat Badan Pemeriksa Keuangan RI menyatakan kasus RS. Sumber Waras yang dilakukan Ahox merugikan negara, KPK mencari-cari alasan untuk tidak memprosesnya. Saat  Ahox   menyakiti umat Islam, menghina para ulama berbohong dengan memakai Al Quran,  Kepolisian tidak segera memprosesnya. Ahox seperti dilindungi benteng yang berlapis-lapis.  

Kwik Kian Gie menyatakan ada sembilan naga yang mencengkeram Indonesia. Yang sering disebut-sebut antara lain James Riyadi ( Lippo Grup, RS. Siloam), Anthoni Salim ( BCA, Indofood), Aguan ( Agung Podomoro) dan lain-lain.  Kekuatan bisnis sembilan naga inilah sumber kekuatan utama yang melindungi  Ahox. Melumpuhkan kekuatan bisnis sembilan naga ini otomatis akan melumpuhkan ahox.

Perlawanan untuk menghentikan Ahox bergeser menjadi gerakan untuk melumpuhkan ekonomi para konglomerat yang mendukungnya. Saat  Grab Bike (konon ini juga unit bisnis dari sembilan naga)  di medsos menyatakan dukungan kepada ahox, ribuan pelanggan langsung meng uninstal aplikasi android Grab Bike. Inilah yang kemudian membuat Grab Bike gentar dan meminta maaf.

Entah siapa yang mencetuskan,  saat ini sudah gencar isu untuk melakukan Rush Money ( mengambil dan memindahkan uang di bank). Isu Rush Money ini betul-betul membuat kalang kabut sembilan naga. Bahkan James Riyadi, yang bukan seorang muslim dan bukan anggota NU sampai harus hadir di dalam acara Rakernas II PBNU dengan menggunakan kopiah dan berbicara tentang bahaya Rush Money.

Kenapa melumpuhkan bank,  bukan unit bisnis yang lain yang dimiliki sembilan naga? Mari kita bahas efek dari Rush Money.

Untuk meruntuhkan sebuah bangunan, tidak perlu menghancurkan  tembok, atap, dan tiang bangunan tersebut. Caranya adalah pilih  salah satu tiang yang paling lemah. Jika tiang itu hancur maka  bangunan itu akan retak dan bangunan tersebut akan runtuh.

Tiang utama dari bisnis adalah bank. Bank adalah adalah sumber dana bagi sembilan naga untuk membiayai bisnis-bisnisnya.   Selain itu, bank adalah unit bisnis yang sangat rapuh.

Kita ambil contoh salah satu dari sembilan naga yaitu James Riyadi. Untuk melumpuhkan unit bisnis James Riyadi selain bank, perlu mencari alternatif yang belum tentu mudah. Contohnya untuk melumpuhkan Rumah Sakit Siloam, kendala yang dihadapi adalah memindahkan orang yang sakit untuk keluar dari rumah sakit tersebut. Masalahnya adalah Rumah sakit lain di daerah tersebut mungkin tidak  sanggup menampung pasien tambahan sehingga harus kembali ke rumah sakit awal. Namun Rush Money, memindahkan uang dari Lippo Bank yang dimiliki James Riyadi ke Bank pemerintah atau bank syariah dapat dilakukan dengan mudah.  Tidak ada ceritanya bank pemerintah menolak uang karena kapasitasnya sudah penuh.

Untuk melumpuhkan bank sangat mudah. Jika jumlah uang yang ditabung Lippo Bank sejumlah 100.000, maka uang yang disimpan oleh Lippo Bank untuk antisipasi jika ada orang yang mengambil uangnya hanya sekitar 10.000. Sisanya 90.000 dinvestasikan ke rumah sakit, pabrik, dan  dipinjamkan untuk mendapatkan keuntungan.

Menguras cadangan yang 10.000 itu pun dapat dilakukan dengan mudah. Ketika sudah mulai banyak terlihat antrian orang yang mengambil uang, ini akan memancing masyarakat yang melihatnya ketakutan. Masyarakat yang ketakutan akan ikut mengambil uangnya karena takut cadangan habis
dan mereka terpaksa harus menunggu penjualan aset-aset untuk mendapatkan uangnya.

Dengan menguras simpanan yang 10.000 tersebut maka Lippo Bank  akan dinyatakan gagal bayar. Jika penabung  ingin mengambil uangnya sedangkan cadangan sudah habis maka  Lippo Bank terpaksa meminjam uang ke bank lain. Lippo Bank wajib membayar Suku Bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB) over night (O/N) yang sangat tinggi nilainya

Ketika sudah dinyatakan pailit maka asetnya akan dilelang dengan harga murah untuk membayar hutangnya ke masyarakat. James Riyadi, sebagai pemilik/pengurus Lippo Bank juga akan dilelang aset-asetnya yang lain. Akhirnya Rumah Sakit  Siloam yang dimiliki Lippo Grup terpaksa dijual dengan harga murah dan berpindah tangan ke orang lain.    

Gerakan Rush Money terhadap bank-bank yang dimiliki sembilan naga dikatakan  akan menghancurkan negara.  Kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap bank dikatakan akan menimpa semua bank sehingga semua bank akan hancur dan ekonomi Indonesia akan hancur. Benarkah demikian? 

Sebenarnya karena rush money ini ditujukan untuk melumpuhkan bank milik sembilan naga, ini akan menjadikan bank-bank pemerintah dan bank syariah  mendapat limpahan dana yang besar. Tidak mungkin menyimpan uang yang sangat banyak di rumah, uang tersebut pasti akan ditabung kembali di bank pemerintah atau bank syariah yang tidak berafiliasi dengan sembilan naga.

Masyarakat percaya bahwa uangnya akan aman di bank pemerintah dan bank syariah karena Rush Money tersebut tidak mungkin memindahkan uang dari bank ke rumah tetapi dari bank ke bank lain karena masyarakat membutuhkan keamanan dan membutuhkan fasilitas transfer untuk bisnis. Keyakinan inilah yang justru akan memperkuat bank pemerintah dan bank syariah. 

Ada yang mengatakan Rush Money melanggar hukum. Pertanyaannya adalah, *uang uang sendiri* kok ndak boleh diambil dan dipindah?
Jadi ... Anda lbh paham

Monday, 21 November 2016

INDONESIA AKAN DIPECAH JADI 5 NEGARA Oleh BARAT

INDONESIA AKAN DIPECAH JADI 5 NEGARA Oleh BARAT

WA dari Prof. Dr. SRI EDI SWASONO yang dicopas :

BREAKING NEWS. DAN SANGAT2 PENTING UNTUK DIKETAHUI DAN DISADARI  !!! Ini tugas besar Lemhanas, pemerintah dan bangsa kita. Nampaknya layak direnungkan. ---------------

Ada scenario yang terselubung, mengerikan mari kita simak.. Papua... RI bisa jadi dianggap penghalang. Jika tak ada aral melintang, kemerdekaan Papua akan dikondisikan terwujud paling lama 2019. Bisa lebih cepat Des 2016 tergantung sikon Jakarta.

Hendropriono selaku tokoh Intelijen terkemuka RI, pada prinsipnya menghendaki referendum nasional jika Papua ingin merdeka. Pernyataan Hendroprioyono yang memihak scenario Barat itu berulangkali dimuat media sbg tanggapan thdp solusi tuntutan Papua merdeka yg marak di dunia internasional.

Australia sbg salah satu negara tetangga terdekat, dimana OPM punya akses thdp pemerintahnya, sdh siap mendukung kemerdekaan Papua. Salah satu bentuk kesiapan Australia mewujudkan Papua Merdeka adalah pemberian izin kepada AS utk menambah pasukan AS di Darwin, Australia.

Pasukan militer AS di Darwin semula hanya 250 personil sekarang sdh belasan ribu prajurit yg didominasi US Marine sbg persiapan Papua Merdeka. Pernyataan Menlu AS, pasukan US di Darwin akan ditingkatkan jadi 67 ribu personil pada 2019 yad. Terdiri dari USAF, US Navy dan US Marine.

Masa depan RI adalah Papua yang masih tetap dalam NKRI. Pulau Jawa yang diramalkan akan tenggelam... serta Papua yang dimerdekakan oleh Barat itu lah prediksi ttg NKRI dlm 5 thn mendatang jika rakyat RI lengah. Kemerdekaan Papua bukan kondisi final. Akan diikuti dgn kemerdekaan Aceh yg didukung Turki, RRC dan Eropa (Swedia, Norwegia, dst,).

Turki dan Swedia sdh komit mendukung kemerdekaan Aceh. Komitmen ini terkait jasa Aceh cq. Zaini Abdullah membantu konflik Swedia-Turki. Turki mendukung kemerdekaan Aceh juga terkait romantisme kejayaan negara Islam masa lalu, Turki dan Aceh, yg akan diwujudkan kembali.

RRC sdh disepakati akan mendapat konsesi sbg kontraktor utama eksplorasi Migas di Seumelu yg cadangannya 358 miliar barel, terbesar di dunia. Kemerdekaan Papua akan diikuti oleh kemerdekaan Aceh. Rencana ini sdh disepakati Gub Aceh - PM Australia di Canberra medio 2014 lalu. NKRI bubar..!

Bubarnya NKRI dan munculnya 5-6 negara baru di eks RI sesuai dgn tujuan "Clinton Programm' 1998 lalu. Selama Partai Demokrat berkuasa, RI diobok2.

Negara ASEAN menerapkan standar ganda. Di satu pihak secara resmi menolak diinsintergasi RI tapi dibelakang setuju. Hal ini biasa dlm dunia diplomatik.
NKRI yg besar- serta kuat akan menjadi ancaman bagi negara-negara ASEAN lain. Mereka ingin RI lemah dan terpecah belah. Namun jgn sampai terjadi gejolak kawasan.

Memecah Indonesia jadi 5-6 negara merdeka tanpa gejolak adalah PR besar RRC, AS, Eropa, Australia, Israel dan Asean. Apakah berhasil ?

Apakah konspirasi global berhasil memecah RI menjadi 5-6 negara baru yg berdaulat tanpa terjerumus dlm gejolak politik dan militer berdarah-darah? Ataukah RI akan terpecah belah meniru nasib negara-negara Balkan dgn gejolak politik militer dan korban jatuh hampir 1 juta jiwa mati sia-sia?

Jangan sampai Balkanisasi terjadi di Indonesia. Kuncinya : sikap Presiden, TNI dan rakyat RI.

Satu-satunya pilar kekuatan RI yg masih solid adalah TNI.  Pilar utama Indonesia yg lain adalah ummat Islam. Tapi Islam NKRI sdh mulai dihancurkan dan dipecah belah, dan diharapkan Barat berantakan. Tak solid lagi. Sementara rakyat di NKRI sdh tak jelas patriotisme dan nasionalismenya. Mati bersama ideologi Pancasila akibat reformasi kebablasan & media setan. Karakter bangsa Indonesia kini berntakan amburadul. Rakyat NKRI banyak yang sesungguhnya menuhankan materialisme, hedonisme dan liberalisme.

Otak rakyat NKRI sdh dicuci habis oleh media setan dan karakter bangsa pancasilais agamis sdh dibunuh bersama dgn pembunuhan Pancasila.

Sadarlah rakyat Indonesia Bangkitlah rakyat indonesia Ibu Pertiwi terancam dimatikan Barat.
Mari kita kobarkan dan kita gaungkan "NKRI HARGA MATI"dan NKRI harus dipertahankan.

Tolong sebarkan. Tks. Sebar luaskan info ini dan jangan hanya di baca.

Wednesday, 2 November 2016

ATLANTIS: Benua yang hilang...Benarkah INDONESIA.

Benua Atlantis yang hilang apakah Indonesia...?

“Telah 9000 tahun berlalu sejak perang yang
berlangsung antara mereka yang tinggal di luar Pilar-
Pilar Heracles dan mereka yang tinggal di dalamnya.
Di satu sisi, kota Athena dilaporkan menjadi pemimpin
perlawanan; sementara pihak satunya dipimpin oleh
raja-raja Atlantis , suatu pulau yang bahkan lebih luas
dibanding Libya dan Asia, yang kemudian tenggelam
karena gempa bumi, dan menjadi tembok lumpur yang
menghalangi seluruh pelayaran melalui samudera
itu.” (Critias-360SM)
Konon hanya dua catatan yang menceritakan tentang
Atlantis, yaitu Dialog Timeaus dan Critias, keduanya
dicatat oleh Plato sekitar 360SM. Dialog ini adalah
percakapan antara Socrates (guru Plato),
Hermocrates, Timeaus dan Critias. Socrates
menjelaskan tentang masyarakat ideal versinya,
sementara Timeaus dan Critias bercerita tentang kisah
yang bukan fiksi. Kisah ini merupakan kisah konflik
antara bangsa Athena dan Atlantis 9000 tahun
sebelum masa Plato. Kisah yang sudah terlupakan
tetapi muncul kembali dibawa oleh Solon (600 tahun
SM), seorang Sage dari Hellena yang mendapatkan
secara lisan dari pendeta Mesir di Sais.
Solon menyampaikan kisah ini kepada Dropides, kakek
buyut Critias. Dropides menyampaikannya kepada
putranya, (yang juga bernama) Critias, dan diteruskan
kepada Critias, sang cucu. Selama lebih dari 2000
tahun, Atlantis menjadi dogeng dan banyak ilmuwan
yang tidak berani secara terang-terangan mengakui
adanya Atlantis. Tetapi sejak abad pertengahan, kisah
Atlantis menjadi populer di dunia Barat. Banyak yang
menganggap Atlantis (jika ada) terletak di Samudra
Atlantis, bahkan ada yang menganggap Atlantis
terletak di Amerika sampai Timur Tengah. Para
penduduknya dianggap sebagai Dewa, makhluk luar
angkasa, atau bangsa yang superior.
Tetapi kebanyakan peneliti tidak memberikan bukti
atau telahaan yang cukup. Sebagian besar hanyalah
mengira-ngira. Salah satu peneliti yang mengklaim
telah menemukan Atlantis adalah Robert Sarmast,
seorang arsitek Amerika keturunan Persia. Ia
menyebutkan bahwa Atlantis dan Taman Firdaus
adalah 17
Torchbearers’s Newsletter sama. Fakta menyebutkan
bahwa benua Atlantis tenggelam secara perlahan-
lahan karena serangkaian bencana, termasuk gempa
bumi. Hanya beberapa tempat di bumi yang
mempunyai kecenderungan seperti itu dan Samudra
Atlantis tidak termasuk. Sarmast menunjukkan bahwa
Laut Mediterania adalah lokasi Atlantis, tepatnya
sebelah tenggara Cyprus dan terkubur sedalam 1500
meter di dalam air.
Penelitian menunjukkan bahwa permukaan air di
daerah Mediterania 5000 tahun lalu jauh lebih rendah
dibanding masa sekarang. Hal ini dibantah oleh Prof.
Arysio Santos dari Brasil. Santos mengatakan jika
Atlantis dan Taman Firdaus adalah sama, maka
seharusnya deskripsi ini harus sejalan dengan seluruh
tradisi keagamaan dan kepercayaan, seperti Budhisme,
Hinduisme, Islam, Kristen, kepercayaan Indian
Amerika, dll, yang menceritakan tentang Taman
Firdaus, sebagai tempat asal mula manusia. Santos
menuduh bahwa penemuan Sarmast terlalu terburu-
buru dan hanya menguntungkan pihakpihak tertentu.
Dengan ‘penemuan’ Sarmast, kunjungan wisatawan ke
Cyprus melonjak tajam. Para penyandang dana
penelitian Sarmast, seperti editor, produser film, agen
media dll mendapat keuntungan besar. Jika Sarmast
benar, mereka juga akan terkenal dan jika tidak,
mereka telah mengantungi uang yang sangat besar.
Sementara itu, Dr. Pavlos Flourentzos, seorang
arkeolog Cyprus sendiri menolak penemuan Sarmast,
karena Plato secara tegas mengatakan bahwa Atlantis
berada di luar Laut Mediterania.
Pernyataan ini didukung oleh Dr. Michel Morisseau,
seorang ahli geologis Perancis yang tinggal di pulau
Cyprus. Dia mengatakan,”Aku sangat terkejut
mendengar berita (penemuan) itu karena tidak
berhubungan sama sekali dengan fakta geologis dan
kita harus berhati-hati jika dalam mengumumkan hal
tersebut.” Bahkan Morisseau menantang Sarmast
untuk debat terbuka. Hanya sehari setelah
pengumumannya tanggal 14 Nopember 2004, Sarmast
telah mendulang bantahan karena ‘memilih’ lokasi
Atlantis di Mediterania yang merupakan salah satu
daerah paling sering dikunjungi oleh peneliti,
oceanographer dan ahli volkanologis.
Santos menggunakan pendekatan yang berbeda dalam
mengungkap lokasi Atlantis. Mitos dan tradisi dari
banyak bangsa bersumber dari Banjir Besar dan
hancurnya Taman Firdaus, sesuai dengan kisah
Atlantis. Tidak dapat disangkal bahwa Atlantis adalah
Taman Firdaus itu. Jejak-jejak cerita Atlantis,
menurutnya, dapat ditemukan di banyak sumber, tidak
hanya pada dialog Temaeus dan Critias. Misalnya:
Alexander yang Agung, pernah melewati sepasang
pilar emas Hercules dan Dionysus (alias Atlas) dengan
Hieroglyph yang sama ketika memasuki daerah Timur
(Indus). Atlas adalah saudara kembar Hercules.
Dengan kata lain, ada sepasang pilar Hercules dan
Atlas di Gibraltar yang merupakan batas daerah Barat,
dan sepasang di ujung Indus sebagai batas Timur. *
Alam Critias disebutkan bahwa pada pilar emas
tertulis hukum, aturan dan keputusan raja yang ditulis
dengan upacara pengorbanan banteng kepada
Poseidon.
Upacara ini adalah khas Indus yang disebut sebagai
Gomedha sebagai peringatan atas hilangnya surga
(Gomeda-dvipa). Contoh lain tradisi pilar adalah Pilar
Delhi yang didirikan oleh Raja Ashoka untuk
memperingati kemenangannya. Terbuat dari satu baja
utuh tahan karat yang masih bertahan hingga saat ini
tanpa mengalami oksidasi sedikit pun. Suatu teknologi
2500 tahun lalu yang bisa jadi diwarisi dari Atlantis. *
Menurut Plato tembok Atlantis terbungkus emas,
perak, perunggu, timah dan tembaga. Pada masa itu
hingga saat ini, hanya beberapa tempat di dunia yang
merupakan produsen timah utama.
Salah satunya disebut sebagai Kepulauan Timah dan
logam, Tashish, Tartessos dan nama lain, tidak lain
adalah Indonesia. Jika Plato benar, maka Atlantis
sesungguhnya adalah Indonesia. 9000 tahun sebelum
600 SM, adalah masa 18
Torchbearers’s Newsletter kehancuran Atlantis.
Jaman es terakhir yang menyebabkan banjir besar
terjadi tepat 9600 SM (11.600 tahun lalu). Bagaimana
Solon dapat menunjukkan waktu dengan tepat? *
Bangsa Maya mempunyai mitos asal mula mereka.
Berasal dari pulau atau benua yang disebut sebagai
Aztlan, leluhur mereka terpaksa mengungsi karena
bencana gunung berapi yang menenggelamkan tanah
mereka. Mereka melewati kepulauan di Samudra
Pasifik dan perjalanan ini ditulis dalam Codex Boturini.
Jika Aztlan adalah Atlantis, maka benua itu terletak di
Timur Jauh, seputar Indonesia. Menurut Noel, ahli
mitologi dari Perancis, mengatakan bahwa Taman
Firdaus Hinduisme disebut Svarna Dvipa (pulau Emas)
dalam Sansekerta. Svarna Dvipa sekarang disebut
Sumatera, dianggap Taman Firdaus dan merupakan
episentrum bumi dan disebut Pusar Bumi
(Mangkubumi). Di luar pembuktian di atas, masih
banyak bukti lain yang dikemukakan oleh Santos
dengan memperhatikan geologis, arkeologis, dan
tradisi oral maupun lisan yang menunjukkan bahwa
Atlantis kemungkinan besar terletak di regional
Lembah Indus yang membentang dari Asia Kecil
(India) hingga Indonesia dengan pusat peradaban
justru di Indonesia. Plato mengungkapkan tiga tempat
dengan nama Atlantis, di mana satu adalah pulau kecil
sebagai ibukotanya.
Dia juga menyebut ‘Yunani Kuna’ sebagai musuh dan
penakluk Atlantis yang ia maksud sebagai bangsa Arya
dan Aryanavarta (Negara Para Arya), Atlantis yang
tenggelam. Sisa-sisa Atlantis sekarang membentuk
kepulauan Indonesia dengan sekian banyak gunung
berapi yang berada di atas permukaan laut ketika
bencana datang. Daerah ini kemudian disebut oleh
bangsa Yunani sebagai Wilayah Kematian yang tidak
bisa dilayari. Sebagian besar benua Atlantis tenggelam
di bawah Laut Cina Selatan.
Wilayah Atlantis yang kedua adalah sebagian daerah
India di mana sisa-sisanya masih bisa dilihat dari
peninggalan di Lembah Indus dan Gangga dengan
warisan peradaban Harappa dan Mohenjo-Daro. Dapat
disimpulkan setelah manusia berpindah dari daerah
padang rumput dan gurun di Afrika, mereka
menemukan iklim ideal untuk bertani dan
mengembangkan peradaban. Semua terjadi pada
jaman Pleistocene (1.8 juta lalu) yang berakhir 11.600
tahun lalu. Pleistocene adalah zaman es dengan
permukaan air laut 100-150 m di bawah saat ini.
Ketika es mencair, sebagian besar wilayah Indonesia
dan sekitarnya hingga di bawah Laut Cina Selatan
terendam air dan menenggelamkan hampir 20 juta
penduduknya. Atlantis yang tenggelam ini disebut
Atlantis Lemuria dan menjadi Wilayah Kematian.
Penduduk Atlantis sendiri terbagi dua, yaitu Arya dan
Dravida. Sebutan Tanah Leluhur (Serendip) sebenarnya
adalah bahasa Dravida dari Taprobane (Sumatra), yang
disebut sebagai Taman Firdaus.
Tempat dengan sekian banyak nama: Sheol (neraka)
oleh Yahudi untuk kawasan yang rusak; Hades oleh
Yunani, Amenti atau Punt oleh Mesir, Dilmun oleh
Mesopotamia, Svarga oleh Hindu, Avalon oleh Celts
dan lain lain. Apa yang diceritakan dalam kisah Injil
tentang bencana besar sejalan dengan yang
dikisahkan Plato dan didukung oleh bukti geologis dan
arkeologis. Setiap kali kita berusaha untuk menemukan
sumber dari catatan tersebut, kita selalu berakhir pada
India dan Indonesia sebagai dua Atlantis. Indonesia,
pada masa itu disebut sebagai Ultima Thule (Batas
Akhir), perbatasan yang tidak boleh dilewati oleh
kapal. Di sini terletak sepasang Pilar Hercules dan
Atlas, seperti si kembar Gemini, Castor dan Pollux
yang diambil dari tradisi Hindu, Kembar Ashvin. Sama
seperti kembar Seth dan Osiris di Mesir.
Hercules berasal dari Baal Melkart, dewa bangsa
Phoenicia, yang berasal dari Bala-Rama (Rama yang
Perkasa). Sementara Atlas (Atlantis) adalah Krishna.
Kembar ini merepresentasikan dua ras manusia:
berambut pirang (Aryo-Semites) dan berambut
kemerahan (Dravida) yang ditakdirkan untuk bersaing
memperebutkan dunia ini. Keduanya berasal dari
Taman Firdaus (Lemuria). Dari Lemuria lahirlah lima
ras manusia: merah, putih, kuning, hitam dan coklat.
Perang perebutan ini digambarkan seperti Deva
melawan Asura dalam Hindu, atau Putra Terang
melawan Putra Kegelapan dan juga disebut dalam
Kitab Wahyu di Injil. Armageddon (bahasa Yahudi)
sesungguhnya berarti Tempat Berkumpul, sama seperti
Shambhalla dalam bahasa Sansekerta.
Artinya, tempat di mana dua pasukan bertemu untuk
menyelesaikan perbedaan melalui perang dan menutup
jaman Kali Yuga. Edgar Cayce, yang dijuluki Sleeping
Prophet, menyebut dua bangsa ini sebagai Putra
Hukum Tunggal dan Putra Belial yang sesungguhnya
berasal dari satu sumber tetapi kemudian memilih dua
jalan berbeda dalam menangani permasalahan mereka.
Putra Belial menggunakan kemampuan mereka untuk
menaklukkan dunia sementara Putra Hukum Tunggal
bertujuan untuk melestarikan apa yang ada. Setelah
ribuan tahun berlalu, tidak peduli warna kulit atau
kebangsaan kita, manusia tetap belum bisa belajar
dari pengalaman. Perang yang terus menerus, pola
pikir yang eksploitatif dan rasa superioritas terhadap
kelompok lain masih mewarnai jalan hidup dan
kesadaran kita.
Sumber : atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com

MENGGALANG KEKUATAN, MENGGIRING ANCAMAN..!

MENGGALANG KEKUATAN, MENGGIRING ANCAMAN..!

Ada yang pernah menduga bahwa konflik LCS di sekitar Natuna akan berujung pada pergeseran titik konflik ke bagian Timur..?

Saya yakin sangat jarang, kecuali mereka yang faham dan ahli di bidang strategi..! Hehehe..! Tenang aja, bukan sebuah dosa bagi kita kok..!

Setelah cukup lama tensi LCS di sekitar Natuna mengalami peningkatan yang signifikan, terutama setelah adanya insiden antara kapal TNI AL, dengan kapal nelayan China yang didukung oleh kapal pasukan Coast Guardnya, maka sejak saat itu, dinamika di wilayah itu telah mampu menyedot perhatian dunia. Apalagi ada usaha percepatan pembangunan dan penumpukan kekuatan militer Indonesia di Natuna yang tergolong amat drastis, telah menjadikan wilayah ini sangat menarik untuk dikaji dan dipelajari oleh berbagai kalangan di penjuru dunia. Banyak negara yang tiba-tiba ingin terlibat dalam segala percaturan di wilayah itu, padahal kita tahu bahwa Indonesia bukanlah negara yang terlibat sebagai claimant di perairan LCS. Apa yang kita lakukan adalah semata-mata untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI melalui peningkatan kapasitas Natuna sebagai daerah yang berhadapan langsung dengan lokasi konflik..! Berbagai latihan militer dalam skala besar telah dan akan terus dilakukan di pulau yang kaya akan sumber migas dan produk perikanan laut ini. Namun dengan semakin menghangatnya di wilayah sekitarnya, para pemimpin dan pengamat kita tergolong sangat cerdik..!

Jika tensi di sekitar Natuna dibiarkan terus memanas, maka tidak mustahil bahwa konflik senjata akan meletus dan merembet ke wilayah kita, padahal sekali lagi kita tegaskan, bahwa kita bukan bagian dari konflik LCS tersebut..! Rugi dong, jika harus menanggung perang yang disebabkan oleh kepentingan negara lain..!

Perlahan namun pasti, seiring dengan dinamika yang ada, Indonesia secara jelas telah dan sedang menggiring titik konflik ini ke arah Timur LCS, dimana pada titik itu, negara-negara yang berkepentingan langsung bisa dipertemukan, ada Philippines yang didukung China, ada Malaysia yang juga didukung China, ada Brunei yang menjadi temannya Indonesia, dan ada China itu sendiri..! Jangan iri kalau saya tidak mencantumkan nama Indonesia, karena kita memang tidak terlibat dalam konflik tersebut..! Tapi, karena perairan kita yang berhadapan langsung dengan wilayah konflik tersebut, maka secara tidak langsung, Indonesia juga masih memiliki peran yang amat strategis. Tidak heran jika negara-negara yang selama ini bernafsu untuk terlibat dalam percaturan LCS mulai merapat dan menawarkan benefit pada Indonesia. Kesempatan ini tidak disia-siakan, kita pun menawarkan paket wisata pada mereka dalam bentuk Joint Patrol..! Amerika dan Australia pun langsung menyambut tawaran menggiurkan ini..!

Bukan Indonesia dong kalau hanya berhenti sampai disitu..! Untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, maka Indonesia pun mengundang dan mendorong Russia untuk hadir di daratan Indonesia yang ada di sekitar situ. Berbagai project strategis akan dibangun dalam skala besar, sehingga memungkinkan bagi Russia untuk meminta perlakuan yang sama dengan negara lainnya, guna memasuki LCS melalui Indonesia..!

Tidak cukup sampai disitu, Indonesia juga dengan sengaja mengundang secara khusus pihak Jepang agar membangun project-project besar di hampir seluruh pesisir Indonesia..! Alhasil, LCS di sebelah Timur akan disi oleh kekuatan-kekuatan besar seperti China yang berkoalisi dengan Philippines dan Malaysia, Amerika dan Australia, Jepang, Brunei, Russia, dan jika terpaksa mungkin Indonesia..!

Dengan perpindahan bola api dari barat ke timur, diharapkan konflik tidak akan  meletus dan berpengaruh langsung terhadap stabilitas NKRI. Selain itu, pembangunan kekuatan pertahanan di pulau Natuna diharapkan tidak menjadi pusat perhatian dunia, yang bisa memicu perlombaan senjata di wilayah Asean dan Asia..!

Copas: Yayan Supriatna