MENGGALANG KEKUATAN, MENGGIRING ANCAMAN..!
Ada yang pernah menduga bahwa konflik LCS di sekitar Natuna akan berujung pada pergeseran titik konflik ke bagian Timur..?
Saya yakin sangat jarang, kecuali mereka yang faham dan ahli di bidang strategi..! Hehehe..! Tenang aja, bukan sebuah dosa bagi kita kok..!
Setelah cukup lama tensi LCS di sekitar Natuna mengalami peningkatan yang signifikan, terutama setelah adanya insiden antara kapal TNI AL, dengan kapal nelayan China yang didukung oleh kapal pasukan Coast Guardnya, maka sejak saat itu, dinamika di wilayah itu telah mampu menyedot perhatian dunia. Apalagi ada usaha percepatan pembangunan dan penumpukan kekuatan militer Indonesia di Natuna yang tergolong amat drastis, telah menjadikan wilayah ini sangat menarik untuk dikaji dan dipelajari oleh berbagai kalangan di penjuru dunia. Banyak negara yang tiba-tiba ingin terlibat dalam segala percaturan di wilayah itu, padahal kita tahu bahwa Indonesia bukanlah negara yang terlibat sebagai claimant di perairan LCS. Apa yang kita lakukan adalah semata-mata untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI melalui peningkatan kapasitas Natuna sebagai daerah yang berhadapan langsung dengan lokasi konflik..! Berbagai latihan militer dalam skala besar telah dan akan terus dilakukan di pulau yang kaya akan sumber migas dan produk perikanan laut ini. Namun dengan semakin menghangatnya di wilayah sekitarnya, para pemimpin dan pengamat kita tergolong sangat cerdik..!
Jika tensi di sekitar Natuna dibiarkan terus memanas, maka tidak mustahil bahwa konflik senjata akan meletus dan merembet ke wilayah kita, padahal sekali lagi kita tegaskan, bahwa kita bukan bagian dari konflik LCS tersebut..! Rugi dong, jika harus menanggung perang yang disebabkan oleh kepentingan negara lain..!
Perlahan namun pasti, seiring dengan dinamika yang ada, Indonesia secara jelas telah dan sedang menggiring titik konflik ini ke arah Timur LCS, dimana pada titik itu, negara-negara yang berkepentingan langsung bisa dipertemukan, ada Philippines yang didukung China, ada Malaysia yang juga didukung China, ada Brunei yang menjadi temannya Indonesia, dan ada China itu sendiri..! Jangan iri kalau saya tidak mencantumkan nama Indonesia, karena kita memang tidak terlibat dalam konflik tersebut..! Tapi, karena perairan kita yang berhadapan langsung dengan wilayah konflik tersebut, maka secara tidak langsung, Indonesia juga masih memiliki peran yang amat strategis. Tidak heran jika negara-negara yang selama ini bernafsu untuk terlibat dalam percaturan LCS mulai merapat dan menawarkan benefit pada Indonesia. Kesempatan ini tidak disia-siakan, kita pun menawarkan paket wisata pada mereka dalam bentuk Joint Patrol..! Amerika dan Australia pun langsung menyambut tawaran menggiurkan ini..!
Bukan Indonesia dong kalau hanya berhenti sampai disitu..! Untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, maka Indonesia pun mengundang dan mendorong Russia untuk hadir di daratan Indonesia yang ada di sekitar situ. Berbagai project strategis akan dibangun dalam skala besar, sehingga memungkinkan bagi Russia untuk meminta perlakuan yang sama dengan negara lainnya, guna memasuki LCS melalui Indonesia..!
Tidak cukup sampai disitu, Indonesia juga dengan sengaja mengundang secara khusus pihak Jepang agar membangun project-project besar di hampir seluruh pesisir Indonesia..! Alhasil, LCS di sebelah Timur akan disi oleh kekuatan-kekuatan besar seperti China yang berkoalisi dengan Philippines dan Malaysia, Amerika dan Australia, Jepang, Brunei, Russia, dan jika terpaksa mungkin Indonesia..!
Dengan perpindahan bola api dari barat ke timur, diharapkan konflik tidak akan meletus dan berpengaruh langsung terhadap stabilitas NKRI. Selain itu, pembangunan kekuatan pertahanan di pulau Natuna diharapkan tidak menjadi pusat perhatian dunia, yang bisa memicu perlombaan senjata di wilayah Asean dan Asia..!
Copas: Yayan Supriatna
No comments:
Post a Comment