Sunday, 4 December 2016

PERADABAN BARU

Copas

PERADABAN BARU

Peradaban dominan saat ini adalah Barat dengan pemimpin besarnya Amerika tetapi saat ini juga sdg tumbuh kekuatan baru, China. Indonesia tampak ter dan dijepit keduanya, ibarat wanita cantik dan seksi, Indonesia diperebutkan oleh kedua jagoan dunia, Amerika dan China. Jika perempuan diperebutkan, asyiknya tinggal pilih mana yang paling keren. Tapi jika negeri yang diperebutkan akan menjadi masalah superserius.

Aksi 411 dan 212 adalah aksi yang sulit dinalar, khususnya nalar kaum positivis sekular materialistik. Coba tanya, sebelum keduanya terjadi, hampir semua memperkirakan 411 bakal diikuti oleh sedikit peserta, di media elektronik 411 berulangkali diberitakan akan diikuti sekitar 35.000 peserta. Nalarnya sederhana, partai islam gak laku, muslim lemah dlm finansial ekonomi, muslim sdh mengidap pragmatis materialis. Ternyata salah besar! Muslim yg hadir tidak sekedar puluhan ribu tetapi ratusan ribu bahkan orde enam, jutaan.  Bahkan tidak ada sampah tercecer maupun kerusuhan. Dus, muslim Indonesia dengan aksi 411 tidak hanya memperlihatkan perkiraan kaum rasional positivistik itu salah tetapi sekaligus memperlihatkan sebagai kaum beradab.

Tuntutan aksi 411 dipenuhi sebagian, sebagiannya lagi meragukan dan melahirkan rencana aksi lanjutan, aksi 212. Berangkat dari pengalaman 411, ulama dan ummat didekati dari atas-bawah, dari udara dikirim informasi bahaya makar, para tokoh umat dan pimpinan perusahaan angkutan umum didekati dan dihimbau untuk tidak memberangkatkan umat ke Jakarta, meski setelah terjadi kesepakatan, himbauan pencegahan keberangkatan kpd pihak PO ini dicabut namun ternyata di lapangan pencegahan tetap berlangsung.

Sekali lagi,  peserta aksi 212 diperkirakan bakal sedikit dan lbh sedikit dari 411 ternyata yang hadir lebih banyak dari 411, juga tanpa sampah dan taman yg rusak pun tanpa kerusuhan bahkan ketika diguyur hujan jamaah tidak bubar. Aksi 212 tidak sekedar memperlihatkan perkiraan kaum positivis materialis salah tetapi muslim Indonesia juga memperlihatkan sebagai komunitas atau masyarakat beradab. Fakta itu merupakan modal bagi pemerintah untuk membangun dan memajukan Indonesia menjadi bangsa tertib dan disiplin, bangsa yang bersih sebagai ciri negara maju. Sangat bisa, jika ternyata tidak bisa atau sulit berarti pemerintah mempunyai masalah karena pemerintahlah yang memegang kendali mau dikemanakan umat ini. Jika bangsa ini tidak ke mana-mana alias bergerak di tempat berarti pemerintahnya bingung mau bergerak ke mana, bahkan dengan 411 dan 212 pemerintah jika mau dan harusnya mau dapat mengembangkan imajinasi lebih jauh Indonesia sebagai simbul kekuatan dan peradaban baru yang tidak berkiblat, tidak mengekor dan tidak tunduk pada barat maupun timur.

Adalah fakta bahwa Indonesia merupakan bangsa majemuk bahkan mungkin paling majemuk . 700an suku bangsa dan 700an bahasa daerah,bangsa mana yang mempunyai warna warni sekaya ini? Adalah fakta bahwa masyarakat Indonesia menganut berbagai agama, islam, kristen, hindu, budha. Keragaman adalah fakta sejarah Indonesia dan fakta sejarah pula jika mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim, dan fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia adalah negeri muslim terbesar di muka bumi dan momen 411 serta 212 telah membuka mata dan menyadarkan dunia bahwa Islam Indonesia itu toleran, tertib dan santun, muslim Indonesia dapat bersabar menahan diri untuk tidak bertindak radikal meski merasa tersinggung berat karena kitab sucinya dinista. Muslim Indonesia juga dapat bergerak gesit dan lincah menghindar saat ditekan dan dihalangi geraknya, muslim Indonesia dapat berdisiplin dan menjaga kebersihan lingkungan.

Monggo pemerintah berimajinasi. Eyang Einstein mengatakan imajinasi adalah yang paling utama dalam (pengembangan) ilmu , dengan imajinasi gagasan besar bersanding. Tanpa imajinasi tidak ada gagasan besar, tanpa imajinasi tidak ada gagasan besar tentang Indonesia di masa depan, tanpa imajinasi progresif tidak ada gagasan besar tentang kekuatan alternatif,  peradaban alternatif yang tidak barat dan tidak timur.

Hayo pemerintah Indonesia berimajinasilah!

No comments:

Post a Comment