DEGRADASI MORALITAS KEPAHLAWANAN
Kata "Kepahlawanan" berasal dari kata dasar pahlawan + awalan ke dan akhiran an. Yang punya arti pengakuan semesta (lingkungan) terhadap perbuatan seseorang yang memperjuangankan tata nilai kebenaran dengan cara fisik ataupun intelektual yang sedang ditindas oleh nafsu angkara murka yang ditimbulkan oleh seseorang atau golongan atau bahkan negara (asing) dalam bentuk penjajahan atau penindasan atau lainnya.
Tokoh Pahlawan lahir atas kesadaran sendiri yang bersangkutan atau bisa juga akibat tekanan kondisi lingkungannya. Mempunyai nyali tinggi dan semangat berkorban luar biasa guna mencapai tujuan luhur, bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk kepentingan masyarakat luas yang diperjuangkannya.
Sosok pahlawan ada yang lahir karena keturunan, dimana genetika kepemimpinan dan pejuangan tangguh diturunkan oleh pendahulunya. Genetika tersebut bisa tampak pengaruhnya dan bisa juga tertidur karena sang anak keturunan terlena dan tidak melatih atau menggunakan karakter sifat mulia dari pendahulunya.
Dilain sisi, ada juga orang biasa tanpa riwayat kepahlawanan dari pendahulunya tetapi ditempa oleh kondisi lingkungannya ... juga mampu muncul sebagai tokoh pahlawan bagi semesta.
Mana yang lebih baik dari keduanya, yang terbaik adalah kombinasi dari keduanya. Pahlawan yang lahir dari genetika keluarga pahlawan yang teruji dharma bhaktinya pada negara, dan tertempa kondisi lingkungan sehingga senantiasa menyiapkan diri bagi sikap bela negara dan bangsanya. Menjaga genetika kepahlawanan dalam tubuhnya agar tidak tertidur atau terlena karena nafsu pribadinya.
Bagaimana dengan yang ada saat ini ?
Cukup banyak sebenarnya bibit pahlawan bertebaran disekeliling kita, mengingat negeri ini merdeka lewat hasil perjuangan panjang. Tak terhitung banyaknya pahlawan dari Sabang hingga Merauke dan itu menurunkan genetika pahlawan pada tubuh kita semua.
Mengapa saat ini negara carut marut dan bagaimana sikap mereka terhadap upaya perjuangan kebangsaan ?
Benar, diantara kecarut marutan atau gejolak kebangsaan yang dipicu oleh segala bidang ... akan menyebabkan tekanan lingkungan yang melahirkan tokoh pahlawan. Tetapi benar juga bahwa saya juga jarang melihat kita semua para pewaris sifat pahlawan, memunculkan karakter pahlawan yang melawan upaya penjajahan dan penindasan yang terjadi disekeliling kita. Tidak jarang para anak keturunan tersebut justru kehilangan naluri pejuangnya akibat godaan nafsu pribadinya. Atau kehilangan keberanian dan takut atas pedihnya perjuangan malah cenderung main aman demi kepentingan pribadi, keluarga dan golongannya.
Bila pendahulunya pejuang tangguh, saat ini belum tentu anak keturunannya berani melakukannya. Dan itu sesungguhnya perbuatan mencoreng malu nama besar keluarga yang dilakukan dengan sadar. Tetapi tidak semuanya demikian, ada anak keturunan pejuang tangguh yang berjuang sama tangguhnya dengan pendahulunya memperjuangkan tata nilai kebenaran semesta. Juga lahir pahlawan-pahlawan baru dari medan perjuangan modern dengan alat perjuangan yang berbeda, semangat berbeda tetapi tujuan yang sama : melindungi kebenaran dipersada pertiwi agar seluruh rakyat merasakan Keadilan dan Kemakmuran.
Tidak banyak memang jumlah pahlawan dan pejuang bila dibandingkan dengan jumlah penduduk negeri ini. Tetapi disadari atau tidak, merekalah MATAHARI KEJAYAAN yang perbuatan dan pemikirannya ditunggu banyak pihak guna menyingkirkan kegelapannya bangsa.
Sekarang tergantung anda ... apakah anda termasuk anak keturunan yang terdegradasi (turun kelas) ataukah yang mampu mempertahankan nilai kejuangan demi bangsa dalam setiap pemikiran dan tindakan anda. Yang lebih penting janganlah anda jadi golongan oppurtunitis yang cari selamat dengan mengabaikan tata nilai kebenaran serta menghalalkan segala cara bahkan rela mengorbankan martabat dan kedaulatan bangsa ... ITU NAMANYA PENGKHIANAT ... DAN CEPAT ATAU LAMBAT KALIAN AKAN TERTUMPAS JUGA ... BERULANGKALI SEJARAH TERTULIS SEPERTI ITU ... WASPADALAH ...
Copas dari sahabat:
Jaya - Jaya - Wijayanti
Jember, 15 Oktober 2016
Deddy Endarto Wilwatikta untuk NILAI KEPAHLAWANAN DAN KEJUANGAN YANG LUNTUR DI DADA ANAK BANGSA ... JANGAN PERMALUKAN PENDAHULUMU ...
No comments:
Post a Comment